Suporter Tewas

Haringga Loyal untuk Persija Jakarta, Idolakan Girlband JKT48, Begini Kebiasan Pengeroyoknya

Ayah Haringga, Siloam (52) mengatakan peristiwa yang menimpa putra bungsunya itu harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Y Gustaman
TribunJabar/Istimewa
Haringga Sirla saat berlibur bersama keluarganya di Candi Prambanan, Yogyakarta, belum lama ini. 

Ditemui Senin (24/9) sore kemarin, Endang dan keluarga terlihat tak terkejut.

Pasalnya ia sudah menerima telepon dari pihak kepolisian bahwa cucunya saat ini berada di Polrestabes Bandung karena diduga terlibat pengeroyokan.

Sejak kecil DS sudah sangat menyukai sepakbola dan Persib. Sang kakek mengatakan bahwa DS saat berangkat sempat dilarang untuk menonton ke Bandunh. Tapi DS bersikukuh berangkat.

"Saya sudah melarangnya untuk pergi menonton, saya bilang lebih baik menonton di rumah saja," kata Endang.

Endang mengatakan, DS sempat mengajak seorang teman untuk menginap di rumahnya sebelum berangkat pada hari Minggu.

Keduanya berangkat tanpa sepengetahuan sang kakek dan nenek.

"Sejak sekolah juga sudah sangat suka sama Persib, kadang ia menabung hanya untuk ongkos dan beli tiket menonton Persib," kata Endang.

Menurut Endang pihak sekolah pun suka memaklumi ketidakhadiran DS jika Persib bertanding.

"Dia suka bikin surat izin saat sedang sekolah dulu, beberapa guru pun sudah memakluminya," kata Endang.

Keluarga Endang sudah berfirasat ada yang tak beres saat DS tak pulang setelah pertandingan Persib vs Persija.

Biasanya DS sampai rumah pukul 23.00 WIB jika Persib selesai bertanding.

"Biasanya ia pulang pukul 23.00 WIB, namun semalam ia tak pulang," kata Endang.

Firasat Endang terbukti pada pagi harinya saat pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung menelepon dan mengabarkan bahwa DS sudah diamankan di Polrestabes Bandung karena diduga terlibat pengeroyokan.

"Tadi dari Polrestabes Bandung menelepon mengabarkan cucu saya sudah diamankan, dan meminta pihak keluarga untuk ke sana," kata Endang.

Endang sempat mengiyakan dari balik telepon, namun ia bingung berangkat ke Bandung dengan kondisi sakit yang dideritanya saat ini. "Kalau perjalanan jauh dan kendaraan berguncang, sakit bagian punggung sampai bawah, terkadang sampai pingsan," kata Endang.

Endang mengatakan, ia akan berembuk dengan pihak RT mengenai siapa yang akan menjenguk DS di Polrestabes Bandung. "Pihak kepolisian mengatakan tinggal DS yang belum ada keluarganya, yang lain katanya orangtuanya sudah datang semua," kata Endang.(fam)

Warga Terkejut

Warga Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek mengaku kaget saat mendengar satu di antara delapan tersangka pengeroyokan terhadap Haringga Sirla (23), merupakan warga kampung tersebut.

Satu di antara delapan tersangka itu bernama Goni Abdulrahman (20) yang tercatat tinggal di wilayah Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Egi (30) tetangga korban, mengatakan, kalau ia tidak menyangka, bila tersangka terlibat dalam pengeroyokan sadis tersebut, pasalnya ia mengenal sosok Goni adalah seorang pemuda berprilaku sopan dan cenderung pendiam.

"Saya kaget juga mendengar kabar itu, Goni di sini anak yang baik jauh dari sifat anarkis. Saya terakhir ketemu Goni itu sudah lama, karena sudah pindah ke Kota Bandung," kata Egi kepada Tribun Jabar di wilayah Bojongsalam, Senin (24/9/2018).

Egi mengatakan, kalau pun pulang ke rumahnya, Goni lebih banyak berdiam diri di rumah dan tidak bergaul dengan rekan - rekan sebayanya di Kampung Bojongmonyet.

"Kalau pulang juga sebentar, udah itu juga balik lagi ke Kota Bandung," katanya.

Ketua RW 6 Kampung Bojongmonyet, Deden Kusmani, menyebutkan, bila tersangka Goni masih merupakan warga kampung tersebut, meski sudah jarang terlihat sejak lima tahun terakhir ini.

"Katanya sudah pindah ke Kota Bandung dan sudah menikah juga, tetapi sampai sekarang belum mengajukan surat - surat kepindahan kepada RW," kata Deden.

Simulasi Waktu Tempuh Kendaraan Atlet dari Wisma ke SUGBK 36 Menit

Jelang Bergulirnya Asian Para Games 2018, Tompi dan Putrinya Rilis Lagu I Wanna Dance

Hasil Sidang Komdis PSSI, Persib Didenda Rp 110 Juta dan Patrich Wanggai Kena Sanksi Larangan Tampil

Deden mengatakan, rumah tersebut pun diketahui hanya dihuni oleh orangtua tersangka dan kerap ditinggalkan oleh pemilik untuk bekerja.

"Selalu sepi, Goni juga saya lihat jarang pulang, sekalinya pulang cuma sebentar lalu balik lagi bersama istrinya," katanya. (TRIBUNJAKARTA.COM/TRIBUNJABAR)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved