Ada Telur Mentah dan Cheese Stick, Bubur Ayam Barito Masih Jadi Primadona
Menurut Muhammad Adi Utomo, seorang pramusaji bubur Barito menjual dua jenis bubur ayam.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU -Sejumlah pramusaji tak henti-hentinya bergerak melayani para pemesan yang silih berganti datang mengisi bangku.
Tampak, tak ada pramusaji yang korupsi waktu saat itu.
Sebab, baru sebentar melayani pelanggan, mereka kembali melayani pelanggan lainnya untuk menyampaikan pesanan di balik dapur.
Keadaan hiruk pikuk di sekitar tempat makan itu pun sangat terasa.
Begitulah suasana yang dirasakan ketika menyambangi tempat makan Bubur Ayam Barito Pak Agus di lokasi sementara (Loksem) Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.
Uap panas tampak mengepul dari panci besar berisi bubur.
Deretan mangkuk-mangkuk menunggu diisi dengan bubur panas yang hendak dihidangkan kepada para pemesannya.
Bubur yang telah dituang ke dalam mangkuk kemudian ditabur berbagai macam racikan layaknya bubur ayam pada umumnya.
Yang membedakan, semangkuk bubur Barito dihiasi taburan cheese stick yang renyah dan gurih.
Jika anda melintas di kawasan ini, tak ada salahnya mencoba kenikmatan menyantap semangkuk bubur Barito.
Menurut Muhammad Adi Utomo, seorang pramusaji bubur Barito menjual dua jenis bubur ayam.
"Kita jual dua menu, satu bubur ayam dengan telur mentah kemudian bubur ayam tanpa telor," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, pada Rabu (26/9/2018) di lokasi.
Harga semangkuk bubur dengan telur mentah seharga 20 ribu rupiah sedangkan tanpa telur seharga 17 ribu rupiah.
Saat menyantap bubur dengan telur, tampak telur dibenamkan di dalam bubur itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bubur-ayam_20180926_213905.jpg)