G30S PKI

Melihat Truk yang Digunakan PKI Menculik DI Panjaitan

Truk berpelat nomor B 2982 L itu memiliki cerita dibalik peristiwa berdarah G30S PKI yang menewaskan tujuh orang perwira Angkatan Darat (AD)

Melihat Truk yang Digunakan PKI Menculik DI Panjaitan
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Truk milik PN Artha Yasa yang dirambas oleh gerombolan PKI untuk menuju kediaman DI Panjaitan dan kemudian membawa jenazah Pahlawan Revolusi itu ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Nampak sebuah truk berwarna biru muda terpajang di salah satu sudut Monumen Pancasila Sakti.

Truk berpelat nomor B 2982 L itu memiliki cerita dibalik peristiwa berdarah G30S PKI yang menewaskan tujuh orang perwira Angkatan Darat (AD).

Kasubsi Bimbingan dan Informasi Monumen Pancasila Sakti Mayor Caj Edy Bawono menceritakan, sejatinya truk tersebut merupakan kepunyaan PN Artha Yasa, perusahaan milik negara pencetak uang atau yang saat ini dikenal dengan nama Perum Peruri.

"Truk ini awalnya keluar dari kantornya di kawasan Blok M pada tanggal 1 Oktober 1965 sekira pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan tugas rutinnya menjemput pegawai," ucapnya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (29/9/2018).

Namun saat melintas di Jalan Iskandarsyah atau yang saat ini disebut CSW, truk tersebut dicegat oleh gerombolan PKI yang kemudian mengarahkan truk tersebut ke rumah milik DI Panjaitan.

"Sopirnya dipaksa turun dan truk diambil alih, kemudian dibawa ke rumah DI Panjaitan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," ujarnya di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Sesampainya di kediaman DI Panjaitan, gerombolan pemberontak tersebut langsung menghabisi nyawa perwira tinggi AD tersebut.

Setelah menghabisi nyawa DI Panjaitan, para pemberontak langsung menaikan jenazah Pahlwan Revolusi itu ke atas truk jenis Dogde 500 buatan Amerika Serikat tahun 1961.

Maling Spesialis Congkel Jendela Gunakan Besi Bobol Rumah di Tangerang Selatan

Kisah Penangkapan Letkol Untung Sutopo bin Syamsuri, Otak Gerakan 30 September 1965

Kisah Imel Si Binaragawan Cantik: Instruktur Gym Hingga Ikut Sederet Kejuaraan

"Truk itu lalu digunakan untuk membawa jenazah Bapak DI Panjaitan dari rumahnya ke Lubang Buaya," kata Edy.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved