Sukarno Juga Pernah Dibohongi Raja Idrus dan Ratu Markonah, yang Tak Lain Tukang Becak dan PSK
Berbicara soal tokoh yang termakan kebohongan, Presiden pertama RI, Sukarno pun pernah merasakan hal serupa.
TRIBUNJAKARTA.COM - Kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet mengagetkan banyak pihak.
Beberapa tokoh nasional bahkan termakan hoaks tersebut. Sebut saja Prabowo Subianto, Fadli Zon, hingga Fahri Hamzah.
Mereka yang awalnya iba justru berbalik kecewa setelah Ratna mengakui perbuatannya.
Ia kena tipu oleh seorang tukang becak dan PSK yang mengaku sebagai raja dan ratu, pemimpin Anak Dalam dari Sumatera.
Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1950-an, saat pemerintah Indonesia sedang berusaha merebut Papua barat dari tangan Belanda.
Tukang becak dan PSK itu mengaku bernama Raja Idrus dan Ratu Markonah yang mempunyai kekuatan mumpuni.
Keduanya mengaku sedang melakukan perjalanan muhibah dalam rangka membantu membebaskan Papua barat.
Mereka juga berkata akan memberikan harta benda demi kesuksesan perebutan wilayah itu.
Tentu saja sosok Raja Idrus dan Ratu Markonah sukses menarik perhatian Presiden Soekarno.
Terlebih Presiden Pertama Indonesia itu sedang mencari dukungan demi mensukseskan tujuan merebut Papua Barat.
Raja Idrus dan Ratu Markonah pun bertemu Soekarno di Istana Kepresidenan.
Bahkan, para penipu itu dijamu secara luar biasa.
Mereka diberi fasilitas menginap di hotel mewah, dan banyak lainnya.
• Wanita Penyebar Hoaks Gempa di Jakarta dan Jawa Ditangkap Polda Riau
• 5 Cara Atasi Berita Hoaks di Media Sosial
• Tak Terpengaruh Hoaks Ratna Sarumpaet, DPC Gerindra Tangsel Tetap Solid Menangkan Prabowo-Sandi
Bahkan, kehadiran Raja Idrus dan Ratu Markonah itu mengundang daya tarik media yang ingin meliput.
Kebohongan Raja Idrus dan Ratu Markonah terkuak saat keduanya sedang jalan-jalan di sebuah pasar di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/presiden-soekarno-memberi-sambutan-pada-pembukaan-asian-games-1962_20180816_184402.jpg)