Gaji Guru di Bekasi Belum Dibayar Dua Bulan: Terpaksa Gadai Barang Hingga Wacanakan Demonstrasi

Gaji yang seharusnya dibayar pada Agustus dan September 2018, tertunda lantaran belum dicairkan dari pemerintah daerah setempat

Gaji Guru di Bekasi Belum Dibayar Dua Bulan: Terpaksa Gadai Barang Hingga Wacanakan Demonstrasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kantor Pemerintah Kota Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Bekasi 

Jumlah guru yang tergabung dalam GTK sebanyak 3.800 orang. Mereka diangkat sebagai tenaga kontrak sejak awal 2017. Gaji yang diterima per satu orang besarannya mencapai Rp 3,8 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi mengatakan, pencairan gaji guru kontrak menunggu ketuk palu APBD perubahan 2018.

"Aturannya memang seperti itu, jadi dananya ada di APBD perubahan," katanya saat dikonfirmasi.

Ali menjelaskan, keterlambatan pembayaran gaji juga dikarenakan adanya kenaikan status menjadi pegawai kontrak, yang awalnya Rp 2,7 juta per orang, menjadi Rp 3,8 juta per orang.

"Jadi perubahan ini membuat kami hanya mampu membayar selama tujuh bulan atau sampai Agustus. Sisanya, gaji sampai dengan Bulan Desember akan dialokasikan di APBD perubahan. Kenyataannya seperti itu, jadi mohon bersabar," paparnya.

Bakal Geruduk Kantor Wali Kota

Ratusan guru kontrak akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Bekasi, Jumat (19/10/2018) pekan depan.

Aksi mereka salah satunya untuk menuntut agar tunggakan gaji selama dua bulan segera dibayarkan.

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Korda Kota Bekasi Firmansyah mengatakan, aksi itu akan diikuti sekitar 500 guru kontrak dari total 3.800 Guru Gabungan Tenaga Kontrak (GTK) di Kota Bekasi.

Ada dua tuntutan utama mereka. Pertama, menuntut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi segera menyelesaikan tunggakan gaji selama dua bulan sejak Agustus sampai sekarang.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved