1 Tahun Kinerja Anies Baswedan

Sisi Lain Anies Baswedan: Resep Andalan Hingga Berkendara Keliling Jakarta Sendirian

Apa rahasia Anies Baswedan menjalani agenda padat sebagai pemimpin ibukota? Lalu bagaimana cara dia menyapa warga tanpa publikasi media?

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukan tumpukan dokumen yang harus diselesaikan dalam sehari di ruang kerjanya kepada TribunJakarta.com, Senin (15/10/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Siapa yang tak kenal dengan seorang Anies Baswedan. Sosok Gubernur DKI Jakarta itu nampak sering kali menjadi pembahasan bagi banyak masyarakat.

Tak hanya di Jakarta saja, bahkan sosok seorang Anies pun juga nampak dikenal di seluruh negeri. Selain menjadi orang nomor satu di Ibukota, sebelumnya Anies juga sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Seperti apa sih sosok Anies Baswedan yang sebenarnya? simak yuk wawancara khusus TribunJakarta.com dengan Anies Baswedan.

Kami berhasil merangkum beberapa pertanyaan terkait kehidupan pribadi Pak Anies selain saat berkantor di Balai Kota DKI Jakarta lho. Ini dia :

•Pak, bapak kan agendanya padat, bagaimana cara bapak menjaga stamina agar tetap fit Pak?

Resepnya bahagia aja. Saya ini menikmati yang saya jalani. Hari-hari saya disini enjoying it very much. Dengan keramaian apapun bisa dibilang easy going. Itu yang membuat tidak lelah. Karena yang bikin lelah bukan fisik sih tapi pikiran.

Saya beri ilustrasi. Saya bersama keluarga diajak ke toko elektronik, tahan saya sampai tiga jam. Tapi ke toko pakaian, setengah jam aja sudah ngajak pulang. Kan secara fisik (tempat) itu sama-sama AC, sama-sama nyaman. Tapi yang satu kita gak lelah itu. Malah diajak pulang terus. Tahan. Tapi begitu di toko pakaian, setengah jam 'buk pulang yuk' gitu. Ya pointnya begitu kira-kira. Kalau ditanya lelah, tidak karena saya menikmati. Kalau kita menikmati apa yang kita jalani, ya gak akan terasa lelah. Tapi kalau kita gak menikmati, ya pasti (lelah).

•Suka duka menjadi seorang Gubernur seperti apa Pak?

Dukanya waktu sama keluarga berkurang. Sukanya banyak hal yang bisa kita lakukan langsung terasa manfaatnya. Banyak sekali aspeknya. Dari keluhan warga saja. Warga keluhkan A,B,C, lalu kita langsung bisa koreksi. langsung buat kebijakan, manfaatnya langsung terasa. Yang membahagiakan itu karena kebijakan yang kita buat bisa dirasakan masyarakat.

Bedanya dulu ketika saya di Dikbud, dikbud itu eksekutornya Pemda. Kita bikin aturan tapi pelaksananya pemda. klo sekarang? dulu dikbud itu 1 sektor tapi seluruh negeri. Kalau sekarang 1 wilayah tapi seluruh sektor. Begitu.

Dan di Pemprov ini Sabtu Minggu ada kegiatan. Kalau di pusat Sabtu Minggu relax. Kenapa? ya gak ada kegiatan warga. Kalau disini? RW sini ngundang, majelis ngundang. Warga kalo buat acara kapan? Ya Sabtu Minggu.

makanya kalau hari libur dipakai buat keluarga. Kita sebisa mungkin Sabtu pagi, Minggu pagi warga ada kegiatan. siang atau sore saya manfaatkan dengan keluarga.

kalau sama anak-anak seneng kalau saya mau main sepak bola sama mereka. Di rumah main sepak bola atau kadang mereka ngajak main bowling. Main, makan, keluar seneng. Tapi anak-anak lebih suka diajak main daripada nonton. Soalnya nonton duduk aja gak berinteraksi.

•Jarang ketemu anak-anak ya Pak?

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved