Breaking News:

Kabar Artis

Artis Augie Fantinus Ditahan Hampir Sepekan: Kondisi Jantung Dikhawatirkan, Sosoknya Berempati

Hampir sepekan ditahan komedian Augie Fantinus pertama kali terlihat mengenakan baju tahanan dan tangannya terborgol. Ada orang khawatir jantungnya.

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS.COM/TRI SUSANTO
Augie Fantinus berpose saat menghadiri peluncuran teaser trailer film Lagi-lagi Ateng di Gedung Soho, Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018). 

Karena tak bisa di-refund, polisi tersebut menawarkan tiket itu kepada Augie yang kebetulan berada di sekitar ticket box dan akan menonton pertandingan.

"Setelah itu diviralkan sama Augie bahwa polisi calo tiket," kata Argo.

Argo mengatakan, pihaknya telah memeriksa polisi tersebut dan sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kasus itu.

Khawatir serangan jantung

Penahanan Augie mendapat respon dari Surya Saputra, lawan mainnya di film Lagi-lagi Ateng.

Saat dihubungi media melalui telepon, Sabtu (13/10/2018), Surya menilai hal itu adalah sebuah kesalahpahaman besar.

"Buat saya ini sebuah kesalahpahaman yang besar, waktu itu kan Augie lagi ke Asian Para Games mau nonton, dia liat seorang polisi yang seakan-akan menjual tiket, polisi itu kan sebenarnya untuk melayani dan melindungi," kata Surya.

Surya berpendapat, video yang dibuat Augie bisa jadi untuk pembenahan, belakangan menjadi bumerang.

"Pemandangan seperti itu terlihat ganjil bagi Augie. Jadi di pikiran Augie mungkin ini oknum kan seseorang yang akan memperburuk citra," ucap Surya.

Sosok Augie, menurut Surya, adalah satu seniman yang luar biasa dan memiliki sifat positif, ingin membangun dan membuat bangga indonesia.

Ia memastikan dalam kasus Augie Fantinus, produksi film baru yang mereka bintangi tak terganggu karena saat ini sedang masuk masa promo.

Justru Surya mengkhawatirkan kondisi Augie yang memiliki masalah kesehatan pada jantungnya.

"Cuma yang saya pikirkan itu justru Augie, Augie ini punya masalah jantung, orang yang punya masalah jantung, enggak boleh stress," beber dia.

Menurut Surya, polisi harus mempertimbangkan kondisi kesehatan jantung Augie.

"Kalau dia sedang ditahan seperti ini, jika kena serangan berikutnya apa polisi mau tanggung jawab? Itu juga harus jadi pertimbangan penahanan dia. Ada obat-obatan yang harus diminum, harus ada psikologis yang tenang," ungkap dia.

"Dari teman-teman produser kami prihatinlah dengan kejadian ini. Untuk langkah selanjutnya saya belum tahu pihak produser seperti apa," masih kata Surya.

Augie disayangi oleh semua tim produksi film yang disutradarai oleh Monty Tiwa itu.

"Augie itu orang yang baik luar biasa punya empati besar, di lokasi aja semua lapisan dari produser sampai OB sayangnya luar bisa sama Augie. Memang nih orang baik banget," ungkap dia.

Polisi disorot

Langkah penyidik menahan Augie tak lepas dari sorotan Institute for Criminal Justice Reform ( ICJR).

"ICJR mengingatkan bahwa penahanan terhadap tersangka atau terdakwa bukanlah hal yang wajib dilakukan, dan apabila penahanan tersebut dilakukan maka wajib memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) dan Ayat (4) KUHAP," kata Direktur Eksekutif ICJR Anggara seperti dilansir Kompas.com pada Senin (15/10/2018).

Pasal 21 tersebut mengamanatkan penahanan dilakukan berdasarkan bukti yang cukup.

Selain itu, adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran: (1) tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, (2) merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau (3) mengulangi tindak pidana.

Penahanan hanya dapat dilakukan terhadap tindak pidana tertentu sebagai dimaksud dalam Pasal 21 Ayat (4) huruf a dan b KUHAP.

ICJR mengingatkan praktik penahanan di Indonesia seringkali menjadi hal yang wajib dan tidak mengindahkan syarat “adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran”.

"Syarat adanya keadaan ini adalah syarat yang wajib dielaborasi oleh setiap pejabat yang memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan," kata Anggara.

Namun berdasarkan riset yang dilakukan oleh ICJR pada 2012, penahanan menjadi langkah yang seolah dianggap normal untuk dilakukan oleh para pejabat yang memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan.

Situasi ini berkontribusi besar terhadap situasi overcrowded di Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia.

"ICJR menyerukan agar praktik penahanan ini harus benar-benar diperhatikan dengan lebih hati-hati dan mendorong agar dilakukan reformasi terhadap tindakan penahanan," kata Anggara.

ICJR mencatat, besarnya penggunaan kewenangan penahanan pada tahapan prapersidangan diakibatkan salah satunya karena di dalam KUHAP, kewenangan penyidik untuk melakukan penahanan terlampau besar dan minim kontrol. Besarnya kewenangan penyidik dinilai berbanding terbalik dengan regulasi dan mekanisme kontrol, filter, dan komplain.

"Masalah ini tentu saja menimbulkan dampak yang besar, setiap kewenangan besar yang tanpa kontrol akan mengakibatkan adanya kesewenang-wenangan dan tingginya angka penahanan yang berakibat pada banyaknya jumlah penghuni dalam Rutan atau Lapas," ujar Anggara.

ICJR meminta pemerintah serius untuk merombak total sistem penahanan dan memastikan sistem penahanan meliputi perbaikan dasar dan mekanisme kontrol, filter, dan komplain. 

Hindari wartawan

Augie akhirnya muncul ke publik pertama kali sejak ditahan, dengan mengenakan baju tahanan oranye.

Pantauan Kompas.com, sekitar pukul 10.50 WIB Augie terlihat berjalan dari ruang tahanan ke arah Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (18/10/2018).

Dengan borgol pada pergelangan tangannya, Augie melangkahkan kaki didampingi dua petugas kepolisian.

Augie yang tadinya berjalan santai tiba-tiba mengambil langkah seribu masuk ke dalam Gedung Ditreskrimsus saat melihat awak media bersiap mengambil gambarnya.

Dengan sigap i aberlari kecil, sementara awak media mengejarnya.

Dua penyidik yang mendampinginya cepat menggiring Augie masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

Di ruang tunggu Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tampak istri Augie, Adriana Bustami, duduk bersama beberapa orang. Ia mengenakan busana putih dengan rambut dikuncir. Namun, Adriana tetap bungkam. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved