Lion Air JT610 Jatuh
Kapten Pilot Kantongi 6 Ribu Jam Terbang, Co Pilot 5.100, Lion Air JT610 Terbang 10 Jam per Hari
President and CEO Lion Air Group Edward Sirait mengatakan Capt Bhavye Suneja merupakan kapten pesawat Lion Air JT610 yang yang sangat berpengalaman
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM- President and CEO Lion Air Group Edward Sirait mengatakan Capt Bhavye Suneja merupakan pilot yang sangat berpengalaman. Bhavye Suneja adalah kapten pilot Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.
Dalam konferensi pers di kantornya, Edward Sirait juga menegaskan co pilot Harvino sudah memiliki ribuan jam terbang.
"Kapten penerbang ini sudah punya enam ribu jam terbang dan sudah sering bawa pesawat terbang, dari Manado ke China juga. Co pilot juga senior, kurang lebih 5.100 jam terbang," ungkap Edward Sirait.
Lion Air JT610 kantongi 10 jam perhari
Edward Sirait mengatakan pihaknya menerima pesawat tersebut dari Boeing pada 13 Agustus 2018. Lion Air JT610 kemudian diterbangkan secara komersil pertama kali pada 15 Agustus 2018.
Selama kurang lebih dua setengah bulan hingga hari ini, Lion Air JT610 mengantongi jam terbang 9-10 jam per hari.
"Jam terbangnya rata-rata kurang lebih dua bulan ini 9-10 jam per hari," ungkap Edward Sirait.
Edward Sirait mengatakan Lion Air JT610 merupakan pesawat baru dari generasi Boeing 737 MAX seri ke delapan.
Edward Sirait pastikan Lion Air JT610 layak terbang.
Edwar Sirait mengatakan pesawat tersebut layak terbang pada penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang yang berangkat tadi pagi dari Bandara Soeokarno-Hatta.
"Kami sampai dengan posisi kemarin pesawat ini sebelum terbang dinyatakan laik terbang yang dinyatakan engineer yang diberikan wewenang merilis pesawat," ungkap Edward Sirait.
Lion Air JT610 Sebelumnya bertolak dari Denpasar ke Jakarta
Edward Sirait menampik mengenai dugaan pesawat Lion Air JT610 bermasalah sejak penerbangan terakhir sebelum kecelakaan yakni dari Denpasar menuju Jakarta.
Walau demikian, Edward Sirait mengakui jika Lion Air JT610 sempat mengalami kendala teknis. Namun, kendala tersebut telah diperbaiki.
• 20 Pegawai Kemenkeu Jadi Penumpang Lion Air JT610, Sri Mulyani Datangi Kantor Basarnas
• 6 Anggota DPRD Babel Menjadi Penumpang Lion Air JT610 yang Jatuh di Karawang, Lainnya Naik Sriwijaya
• Lion Air JT610: Pesawat Baru Boeing 737MAX, Uji Terbang Perdana Tahun 2016, dan Keunggulannya
"Pesawat ini terakhir terbang dari Denpasar menuju Cengkareng dalam posisi dirilis untuk terbang. Memang ada laporan mengenai masalah teknis dan masalah teknis sudah dikerjakan sesuai prosedur maintenance yang dikeluarkan pabrikan pesawat," ungkpa Edward Sirait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lion-air_20181008_114506.jpg)