Lion Air JT610 Jatuh
Penyelam Elite Nyaris Nyerah Cari Black Box, Pegang Tali Agar tak Terbawa Arus
Anggota satuan elite Korps Marinir, yakni Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) berjuang keras untuk menemukan black box pesawat Lion Air JT610
"Itu kelihatannya bagian body. Itu panjangnya kurang lebih 1,5 meter, lebarnya 0,5 meter," kata Syaugi.
• TERPOPULER- Lion Air PK-LQP Jatuh, Pilot Senior Lion Group Analogikan dengan Ponsel Ngehang
• Lokasi Jatuh Pesawat Lion Air Berada di Kawasan Benda Cagar Budaya yang Tenggelam Ratusan Tahun
Black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dalam pesawat terbang.
"Belum lengkap. Karena black box itu ternyata putus," ujar Syaugi.
Sebanyak 850 orang dalam tim gabungan dikerahkan untuk mencari black box.
Tidak hanya itu, 44 kapal juga dikerahkan untuk mencari black box.
Sertu Hendra ikut bergabung penyelam gabungan 17 personel Yon Taifib, juga Basarnas Special Group (BSG) beranggotakan 17 personel, Komando Pasukan Katak (Kopaska) 38 personel; Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yakni detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut 28 personel; dan Polair 10 orang penyelam.
Sertu Hendra menerangkan kondisi bawah laut yang berlumpur dan serpihan pesawat berserakan.
Selain itu saat turun arus, begitu kuat sehingga harus menggunakan tali agar penyelam tidak hanyut terseret.
Namun kenyataannya tali tersebut malah menghambat proses penyelaman.
Saat penemuan kotak hitam, Hendra beberapa penyelam mencari ulang masih berdasarkan petunjuk alat-alat tersebut.
• Roda Hingga Bagian Samping Pesawat Lion Air PK-LQP Kembali Terlihat Lewat ROV
• KNKT: Verifikasi Black Box Lion Air PK-LQP Dilakukan di Indonesia
Bahkan risiko tinggi perlu diputuskan karena tim harus melepas tali agar jangkauan mereka lebih luas.
Menurut Hendra penyelam TNI AL yang mendapatkan kotak hitam atau black box pesawat Lion Air PK-LQP JT610, selama tiga hari terakhir pencarian, timnya selalu berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk fokus mencari kotak hitam pesawat.
Saat penemuan kemarin, sama seperti hari sebelumnya, sejak pukul 07.00 WIB, tim telah menyelam berdasarkan petunjuk Multibeam Echo Sounder, Side Scan Sonar, Magnetometer dan khususnya bantuan dari Remotely Operated Vehicles (ROV) yang dibawa Kapal Riset Baru Jaya I milik BPPT.
Pencarian korban dan fuselage (badan utama) pesawat Lion Air yang saat jatuh pada Senin (29/10) menggunakan nomor penerbangan JT610, membuahkan hasil.
Basarnas menemukan badan pesawat, dan mendengar bunyi ping locater, keberadaan kotak hitam pada kedalaman 32 meter. Strategi pun telah disusun Basarnas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/black-box-lion-air-pk-lqp_20181101_150420.jpg)