Pilpres 2019
Sudirman Said Minta Relawan Waspada Genderuwo Hukum dan Intelejen
Sudirman Said meminta para relawan mewaspadai adanya genderuwo hukum dan intelijen.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said meminta para relawan mewaspadai adanya genderuwo hukum dan intelijen yang berseliweran di tahun politik 2019.
Menurutnya, genderuwo adalah sesuatu yang tidak tampak, namun dirasakan menakutkan dan bis berasal dari mana saja.
“Jadi itu bisa berasal dari mana saja, kemarin Pak Sandi bicara genderuwo ekonomi, tapi jangan lupa ada genderuwo hukum juga, orang-orang yang harusnya netral kemudian menggunakan kewenangannya untuk menekan,” ujar Sudirman Said lewat keterangan resmi yang diterima TribunJakarta.com, Senin (12/11/2018).
Dia mengungkapkan, maksud dari adanya genderuwo hukum bisa datang dari berbagai kalangan, utamanya aparat kemanan, penegak hukum, aparat intelijen.
“Kita ingin mengingatkan Pemilu hasilnya baik kalau aparat baik, aparat keamanan, penegak hukum, dan intelijen itu netral. Kita itu pemberi warning, juga memberi semangat pada masyarakat,” ujar Sudirman Said.
Mantan Menteri ESDM tersebut meminta, kepada para aparat agar berhati-hati dengan sikap memanfaatkan hukum dan intelejennya, untuk kepentingan politik.
Karena menurutnya, hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip demokrasi yang ada di Indonesia.
• Sudirman Said Sebut Angka Pengangguran Capai 7 Juta, Menaker: Kita Justru Turun Drastis
• Pembatalan Seminar Sudirman Said, Andre Rosiade: Jokowi Janji Kebebasan Berpendapat Terjamin
"Demokrasi akan sehat jika aparat negara netral. Hukum dan intelijen harus digunakan untuk kepentingan negara. Bukan kepentingan kelompok atau kandidat tertentu," tandas Sudirman.