Tanggapi Kritikan Ketua DPRD Soal Tanah Abang, Anies: Memang Ada Tamu yang Mau Datang?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi secara santai kritikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi soal kondisi Tanah Abang semrawut

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/11/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi secara santai kritikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi soal kondisi Tanah Abang yang semrawut.

Prasetyo Edi Marsudi menyebut, karena kondisi tersebut, kini Tanah Abang terlihat kumuh, bahkan Presiden Jokowi pun enggan membawa tamu berkunjung ke pusat perbelanjaan legendaris di DKI Jakarta itu.

"Memang ada tamu siapa yang dateng? Tanyain, kapan emangnya, (Pak Jokowi) mau ngajak (tamu) terus gak jadi? Mungkin Pak Ketua kebanyakan kunker (kunjungan kerja), jadi lupa sama Jakarta," kata Anies Baswedan sambil sedikit tersenyum di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/12/2018).

Perlu diketahui, sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritisi soal penataan Tanah Abang di tangan Gubernur Anies Baswedan.

Menurut Prasetyo Edi Marsudi, penataan Pasar Tanah Abang saat Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta masih lebih baik. Karena itu, Prasetyo Edi Marsudi meminta Anies Baswedan meniru dan melanjutkan kebijakan yang baik dari gubernur sebelumnya.

Dipanggil Anies Soal Perkembangan Skybridge, Dirut Sarana Jaya: 24 November Selesai

Fraksi PDI Perjuangan: Pembangunan Skybridge Tanah Abang Tidak Melalui Kajian yang Matang

Soal Pembangunan Skybridge Tanah Abang, Ombudsman Sebut Ada 4 Hal yang Belum Disepakati

"Ini kan skybridge sedang berjalan. Skybridge nanti kan mereka (pedagang) di atas. Bagaimana yang di bawah? Apakah yang di bawah setelah ditertibkan satpol mungkin apalah bentuknya, dia disuruh ke atas, apakah di bawah tidak ada (pedagang)? karena bukan apa-apa, sekarang jadi permaslahan baru, di situ sekarang jadi tempat kumuh lagi," kata Pras di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/11/2018).

"(Sebelumnya) selalu presiden membawa tamu ke situ. Sekarang Presiden gak berani (datang), karena kekumuhan itu terjadi, dan dia juga kalau masuk ke situ akhirnya menghambat dan kemacetan di mana-mana," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved