Pilpres 2019
Gerindra Tagih Janji, SBY dan AHY Singgung Capres Superstar dan Kerugian Prabowo-Sandiaga
SBY dan AHY buka suara terkait janji yang disindir oleh Sekjen Gerindra. Keduanya sebut dalam koalisi harusnya jangan mengeluarkan pendapat sembarang
Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Saling tagih janji Partai Gerindra dan Partai Demokrat mengeras terkait Pilpres 2019.
Belakangan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhyono berkicau di Twitter. Sang anak, Komandan Satuan Tugas Bersama Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY ikut bersuara.
Kicauan ini menanggapi pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menyoal janji SBY untuk mengkampanyekan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo dan Sandiaga di Pilpres 2019.
"Sejauh ini hubungannya baik, Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY berjanji akan kampanye untuk Prabowo-Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," ucap Ahmad Muzani di kompleks DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).
Pernyataan Ahmad Muzani itu dianggap serius oleh SBY. Hubungan Demokrat dan Gerindra pun digosok dan disebut-sebut sedang memanas belakangan ini. Ada yang menyebut sikap Demokrat setengah hari mendukung Prabowo-Sandiaga.
Dalam cuitannya, SBY memberi prakata sampai harus menanggapi ucapan Sekjen Gerindra tersebut yang bernada tidak baik dan terus digoreng oleh beberapa pihak.
"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik & terus digoreng terpaksa saya respons *SBY*," cuit SBY, Kamis (16/11/2018) malam.
Ia menguliahi Muzani untuk lebih mawas diri ketimbang menuding dan menyalahkan pihak lain.
"Mengeluarkan pernyataan politik yang 'sembrono', justru merugikan," sambung SBY.
Soal janji untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga yang ditagih Muzani, SBY menggambarkan pengalaman kampanyenya selama dua kali jadi presiden.
SBY mengaku tak pernah memaksa pihak manapun untuk mengkampanyekan dirinya. Menurut dia, kualitas Pilpres ditentukan capresnya sendiri, tak peduli partai politik pengusungnya.
• Gerindra Minta PKS Usulkan Minimal 4 Calon Ikuti Fit and Proper Test Calon Wagub DKI
• Kader Wajib Dukung Prabowo-Sandiaga, Sekjen PAN Pahami Pilihan Demokrat
• Siti Zuhro Ditunjuk Gerindra Jadi Anggota Tim Fit And Proper Test Wagub DKI
"Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya."
"Dlm pilpres yang paling menentukan "Capres-nya". Capres adalah "super star". Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat," terang SBY.
SBY kembali menjelaskan, capres seharusnya menjabarkan apa yang menjadi program pamungkasnya selama lima tahun ke depan.
Sebab hal itulah yang dibutuhkan oleh rakyat, begitupun para pendukung politiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ahy55_20180915_104002.jpg)