Pengendara Taksi Online Dikalungi Celurit, Mobil dan Hartanya Dibawa Kabur Penumpang

Sopir taksi online atas nama Yulianto (52), asal Rawabungur, Kabupaten Bogor, berkelahi dengan tiga penumpangnya yang adalah rampok.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
huffpost.com
Ilustrasi Penangkapan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Nasib nahas menimpa sopir taksi online atas nama Yulianto (52), asal Rawabungur, Kabupaten Bogor, karena mobilnya dibawa kabur penumpuangnya.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, kejadian bermula ketika pukul 23.00 WIB, Selasa (27/11/2018), Yulianto mendapat order dari Terminal Baranangsiang, Bogor, menuju Mal Bintaro Xchange, Pondok Aren, Tangsel.

Penumpang Yulianto kali itu adalah tiga orang pria, yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

"Saat mendekati Bintaro Xchange salah satu pelaku meminta korban untuk meminggirkan kendaraan untuk berhenti, korban mulai curiga karena bukan titik pemberhentian, kemudian korban tidak mau berhenti," terang Yurikho, Rabu (28/11/2018).

Satu di antara penumpang, tiba-tiba mengalungkan sebilah celurit di leher Yulianto yang sedang mengendarai mobil Xenianya.

"Kemudian antara korban dan ketiga pelaku terjadi perkelahian di dalam mobil karena korban mempertahankan mobil korban, karena kalah dengan jumlah pelaku dan salah satu pelaku membawa sebilah celurit," paparnya.

Yulianto yang kalah jumlah pun dilumpuhkan para penjahat itu. Tangan dan kakinya diikat menggunakan tambang dan lakban.

"Adapun Korban mengalami luka pada bagian telapak tangan kanan kiri luka sobek terkena sajam, luka memar di sekujur tubuh bekas pukulan benda tumpul," papar Yurikho.

Sementara, satu di antara tiga penumpang yang berubah menjadi rampok itu mengendalikan kemudi, dua orang lainnya berperan memegangi dan memastikan Yulianto tak bergerak.

Yulianto dalam keadaan terikat tangan, kaki dan mulut, dibuang ke selokan di daerah Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel. Warga pun mendapati Yulianto dan menolongnya dengan langsung membawa ke RS Hermina, Serpong.

Yulianto merugi akibat kehilangan mobil, ponsel, dan dompet berisi uang Rp 700 ribu.

Informasi terakhir yang dihimpun, Yulianto sudah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Bogor.

Yurikho mengatakan pihaknya sedang bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Mohon doa supaya cepet ungkap ya. Tim Vipers sedang bekerja," terangnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved