Pembunuhan di Papua

Kepincut ke Nduga, Panglima TNI-Kapolri Pernah Larang Jokowi Lakukan Kunjungan

Kabupaten Ndunga menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo, bahkan pernah membuatnya menangis.

Editor: ade mayasanto
KOMPAS.com/Ihsanuddin
ILUSTRASI - Presiden Jokowi memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu dan Bupati Nduga Yairus Gwijangge ke Istana Bogor, Selasa (23/1/2018). Pemanggilan ini dilakukan untuk membahas wabah penyakit yang sudah menewaskan puluhan balita di Asmat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabupaten Ndunga menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo, bahkan pernah membuatnya menangis.

Saat melakukan pertemuan dengan warga negara Indonesia (WNI) di Selandia Baru, Presiden Jokowi mengungkapkan mengapa sering ke Papua.

"Bapak Presiden, apa yang menjadi motivasi Bapak sehingga begitu sering datang ke Papua?" kata seorang mahasiswa, warga negara Indonesia asal Papua yang tinggal di Selandia Baru, Fransiscus Orlando, bertanya kepada Jokowi.

"Bapak Presiden, apa yang menjadi motivasi Bapak sehingga begitu sering datang ke Papua?" ujar Orlando di Amopura Gathering, Museum Te Papa, Selandia Baru, Senin, 19 Maret 2018, seperti dilansir dari video YouTube. Waktu itu, presiden melakukan lawatan kerja ke Selandiabaru.

Jokowi menjawab, 1,5 bulan setelah dilantik langsung terbang ke Papua. Dia ingin melihat secara langsung kondisi infrastruktur, sumber daya manusia.

Dia mengatakan studi Bappenas, Indonesia bagian timur kurang diperhatikan. "Dan ternyata betul, jalan antar kabupaten saja gak ada," ujarnya.

Kemudian enam bulan setelah itu datang ke sana lagi, padahal untuk terbang Jakarta ke Papua butuh enam jam.

Jokowi mengungkapkan saat ke Papua, ingin datang ke Kabupaten Ndunga.

"Karena ada informasi yang datang ke saya. Pak, bapak nanti datang ke Ndunga, pasti kaget," ujarnya.

"Lho ada apa, kenapa keget? Bapak pergi saja," kata Jokowi.

"Terus saya minta, saya perintah saat itu, saya mau ke Ndunga, Kabupaten Ndunga. Oleh Kapolri, oleh Panglima, saat itu saya tidak diperbolehkan, Bapak jangan ke sana, itu daerah berbahaya, daerah rawan, daerah yang paling rawan," ujar Jokowi.

"Saya sampaikan pada saat itu, saya sampaikan pada pada Panglima (TNI) dan Kapolri pada saat itu, saya gak mau tahu, dua hari lagi saya mau ke Ndunga. Urusan keamanan, itu urusanmu (Panglima TNI dan Kapolri)," kata Jokowi.

"Betul, saya terbang ke sana naik heli, karena gak ada jalan daratnya. Saya ke Jayapura, Jayapura ke Wamena, dari Wamena ke baru naik heli ke Ndunga,"

Jokowi lalu bertanya ke mahasiswa asal Papua yang hadir di pertemuan itu, apakah pernah ke Ndunga.

"Ngaku aja pernah ke Ndunga? Jujur, belum pernah kan. Karena dari Wamena saja mau ke Ndunga butuh empat hari berjalan di tengah hutan, empat hari empat malam" ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved