Tidur Kurang atau Lebih dari 6-8 Jam Berpotensi Mempercepat Kematian
sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal menunjukkan tidur terlalu lama atau terlalu sebentar bisa berdampak buruk.
TRIBUNJAKARTA.COM - Berapa lama waktu tidur Anda selama sehari?
Apakah jawabannya di bawah 6 jam atau lebih dari 8 jam sehari?
Jika iya, maka Anda harus waspada.
Mengapa?
Dilansir dari dailymail.co.uk pada Rabu (5/12/2018), sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal menunjukkan tidur terlalu lama atau terlalu sebentar bisa berdampak buruk bagi kesehatan kita.
Bahkan hal tersebut telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
Penelitian ini meneliti data pada 116.000 orang berusia antara 35 dan 70 dari 21 negara yang berbeda.
Setelah rata-rata hampir delapan tahun, peneliti mencatat ada 4.381 kasus kematian dan 4.365 penyakit kardiovaskular (jantung).
Diketahui mereka yang mengalami dua hal tersebut lebih sering tidur atau jarang tidur.
Tercatat tidur lebih dari delapan jam memiliki risiko lebih tinggi untuk kematian dini, mengembangkan penyakit jantung atau pembuluh darah di otak dibandingkan dengan mereka yang tidur antara enam dan delapan jam.
“Tidur sangat penting untuk kesehatan manusia dan orang menghabiskan sekitar sepertiga dari jam tidur mereka,” kata tim peniliti.
“Namun karena kesibukan dan gaya hidup, terkadang orang melupakannya.”
“Padahal waktu tidur dapat mempengaruhi penyakit jantung dan kematian.”
Tidak hanya itu, dibandingkan dengan orang yang tidur enam hingga delapan jam, mereka yang tidur total delapan hingga sembilan jam sehari memiliki risiko lima persen lebih tinggi.
Dan orang yang tidur antara sembilan dan 10 jam sehari memiliki peningkatan risiko 17.