Dagang Kelomang di Atas Trotoar, Yuli Sempat Ketakutan Diangkut Satpol PP

Yuli (30) satu di antara pedagang kali lima di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (BGKB) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tayang:
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Afriani Garnis
Yuli (30) pedagang kelomang atau keong yang ditemui di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (15/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Yuli (30) satu di antara pedagang kali lima di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (BGKB) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sekiranya sudah empat tahun Yuli menjajakan hewan bercangkang keras tersebut, untuk membantu suaminya.

Sebelum Yuli, suaminya sudah terlebih dahulu berdagang kelomang beserta rumah-rumahannya.

Banyak cerita menarik dan lucu yang dialami Yuli selama berdagang terus dikenangnya.

Dirinya yang kerap berpindah-pindah tempat mengikuti langkah kaki dan keinginannya terkadang hanya mencoba-coba lapak baru yang dirasa akan menguntungkan pendapatannya.

Satu di antaranya, Yuli bercerita sempat dilanda ketakutan saat berjualan di wilayah Salemba, Jakarta Pusat.

Saat itu, merupakan kali pertama bagi Yuli menggelar lapaknya di wilayah tersebut.

Ketika sedang menunggu pembeli datang, tiba-tiba pedagang  lainnya yang menggunakan gerobak dan sepeda di sekitar Yuli berhamburan dan cepat-cepat pergi.

Yuli yang saat itu belum tahu, seketika kebingungan dan panik.

Namun, ada seorang pedagang yang memberitahunya untuk tidak pergi dan tetap berjualan.

Meski ketakutan Yuli percaya dengan ucapan pedagang tersebut.

"Iya waktu itu kan saya ngak tahu, pedagang lain pada berhamburan, tiba-tiba beberes terus pada kabur. Saya ikut panik ketakutan, udah mikir kalau diambil yaudah ikhlasin aja. Cuma ada pedagang yang ngomong, udah ibu diem aja, ngak usah panik, saya percaya aja kan, tapi tetap degdegan," cerita Yuli pada wartawan TribunJakarta.com, Minggu (16/12/2018).

Berburu Pernak-pernik Natal di Pasar Pagi Asemka, dari Hiasan Lampu hingga Pohon Natal Tersedia

Warga Harap Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jakarta Utara Diadakan Dua Kali dalam Sebulan

Melihat teman-temannya pergi, Yuli tetap berjualan mengikuti arahan temannya.

Tak lama dua orang petugas datang menghampiri Yuli, dan menanyakan lapak miliknya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved