Sekilas Parwono yang Menyebut Dirinya Titisan Nabi Muhammad Kepada Peserta Tablig Akbar di Jambi

Parwono bikin resah mengaku titisan Nabi Muhammad SAW di antara ribuan orang yang mengikuti tablig akbar di Masjid Al Ittihad, Kabupaten Tebo, Jambi.

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
Tribun Jambi/Heri Prihartono
Parwono mengaku titisan Nabi Muhammad jelang tablih akbar menyambut pergantian tahun menuju 2019 di Masjid Al Ittihad, Kabupaten Tebo, Jambi, Senin (31/12/2018) malam. Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul BREAKING NEWS Seorang Pria Ngaku Titisan Nabi Muhammad, Minta Dibawa ke Lampung, http://jambi.tribunnews.com/2019/01/01/breaking-news-seorang-pria-ngaku-titisan-nabi-muhammad-minta-dibawa-ke-lampung?page=all. Penulis: heri prihartono Editor: duanto 

"Dulu memang ada rekomendasi dari psikiater bahwa dia gila. Tapi kok masih ada aktivitas yang dilakukan oleh Sensen," sesal Wahyu.

Selain mengaku sebagai rasul, Sensen Komara mengikrarkan diri sebagai presiden. Secara intensif, Kesbangpol Garut terus memantau aktivitas Sensen dan pengikutnya.

"Ini (pernyataan rasul) berdasarkan dari mimpi (Sensen). Makanya dicap gila. Tapi bukti di lapangan di masih beraktivitas," ujar dia.

Pihaknya meminta kepada Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) untuk menerbitkan rekomendasi terkait aliran sesat Sensen Komara.

Salat menghadap ke timur

Sebelum Hamdani, ada Wawan Setiawan (52), warga Kampung Kibodasrea, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, sebagai pengikut Sensen Komara.

MUI Garut sudah melarang dan menyatakan ajaran Sensen Komara sebagai aliran sesat.

Seperti Hamdani yang menyatakan sebagai pengikut Sensen Komara melalui surat, Wawan Setiawan pun demikian.

Kepala Desa Tegalgede, Kartika Ernawati, menunjukkan surat Wawan Setiawan yang berisi pemberitahuan dan permintaan izin untuk salat menghadap ke arah timur.
Kepala Desa Tegalgede, Kartika Ernawati, menunjukkan surat Wawan Setiawan yang berisi pemberitahuan dan permintaan izin untuk salat menghadap ke arah timur. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Warga bahkan mengaku sebagai Panglima Besar NII berpangkat jenderal bintang empat.

Surat Wawan seperti dilansir Tribun Jabar, diterima oleh Kepala Desa Tegalgede, Kartika Ernawati.

Ia mengaku terkejut warga desanya mengirimkan sebuah surat ke pihak desa dam isinya berisi pemberitahuan dan permintaan izin untuk salat Jumat menghadap ke timur.

Wawan yang langsung mengantarkan surat itu ke kantor Desa Tegalgede pada 17 Maret 2017.

"Dia minta izin untuk melakukan praktik salat Jumat di Musala Situ Bodol dan menghadap ke arah timur," sambung Kartika.

Kartika sudah melaporkan permintaan Wawan ke pihak Muspika Pakenjeng termasuk MUI Kecamatan Pakenjeng.

Kartika dan unsur Muspika Pakenjeng sudah memusyawarahkan hal ini dengan Wawan. Saat ditanya niatnya salat Jumat menghadap timur, Wawan bersikeras itu sudah menjadi keyakinannya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved