Pilpres 2019

Soal Sosialisasi Visi Misi Capres, Said Didu Pertanyakan Usulan Dahnil Anzar: Pake Stuntman?

Terkait rencana sosialisasi visi misi capres-cawapres, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta kepada KPU agar bukan timses yang menyampaikannya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) beserta Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Salahudin Uno (kanan) membacakan ikrar deklarasi damai saat meghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang diikuti KPU, pasangan Capres dan Cawapres, dan 16 partai politik nasional tersebut mengambil tema 'Kampanye anti SARA dan HOAKS untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat'. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terkait rencana sosialisasi visi misi capres-cawapres, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta kepada KPU agar bukan timses yang menyampaikannya.

Hal itu ia sampaikan lewat akun Twitter pribadinya @Dahnilanzar, Selasa (1/1/2/2019).

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, visi misi seharusnya disampaikan langsung oleh capres-cawapres.

"Sekali lagi kami tegaskan terkait dengan rencana KPU menggelar Sosialisasi Visi Misi di @KPU_ID karena ini visi misi Capres bukan Timses, maka kami meminta yg menyampaikan bukan Timses tapi langsung Capres/Cawapres," tulis Dahnil Anzar Simanjuntak.

Bahas Chicken Rice, Ruhut Sitompul Ragu Sandiaga Uno Cinta Indonesia: Kau Anggap Hidup Ini Sandiwara

Anies Baswedan Melalui Sekda Saefullah Teken Aturan Perpanjangan Ganjil Genap

Usulan Dahnil Anzar tersebut pun rupanya ditanggapi Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Muhammad Said Didu.

Said Didu menanggapinya lewat akun Twitter pribadinya @saididu.

Lewat kicauannya, Said Didu nampak mempertanyakan atas usulan Dahnil Anzar tentang penyampain visi misi capres-cawapres.

"Menyampaikan visi-misi pake stuntman ?"cuit Said Didu.

Rizky Febian Kisahkan Sosok Aneh di Rumah Sule, Satu di Antaranya Orang Hitam Besar Bermata Merah

6 Fakta Bripka Matheos Tewas Akibat Luka Tembak di Kepala, Keluarga Yakin Bukan Bunuh Diri

Bakal Calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno bersama Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat melayani kaum dhuafa di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).
Bakal Calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno bersama Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat melayani kaum dhuafa di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI)

Selang beberapa waktu, pertanyaan Said Didu itu pun nampak dibalas oleh Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil Anzar mengatakan bahwa, pihaknya hanya menginginkan capres langsung yang menyampaikan visi misi.

Namun Dahnil Anzar Simanjuntak tidak menjelaskan lebih detail lagi alasan keinginan pihaknya tersebut.

"Kami mau tdk pakai stuntman bang. Langsung Capres," balas Dahnil Anzar kepada Said Didu.

KPU Agendakan sosialisasi visi misi capres-cawapres 9 Januari 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar sosialisasi visi misi capres-cawapres pada 9 Januari 2019 mendatang.

Sosialisasi capres-cawapres tersebut dianggap penting sebelum digelarnya debat.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, sosilasisasi ini nantinya disampaikan oleh masing-masing tim kampanyenya.

"Sosialisasi itu disampaikan oleh masing-masing tim kampanyenya. Awalnya kami igin membentuk itu dalam sebuah dialog," ujar Arief Budiman, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018) seperti dikutip TribunJakarta dari Kompas,com.

Viral Video Awan Berbentuk Gelombang Tsunami di Makassar, 5 Pesawat Terpaksa Berputar-putar 20 Menit

PT KAI Luncurkan KA Pangandaran, Bandung-Banjar Tarifnya Rp 1, Gambir-Banjar Rp 110.000

TONTON JUGA :

Melalui sosialiasasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami visi dan misi paslon yang akan bersaing pada Pilpres 2019.

"Jadi ada 2 tim suskses ini menceritakan soal visi misi, lalu nanti ada panelis yang akan bertanya, menguraikan apa sih visi misinya lebih detail," kata Arief Budiman.

Usulan KPU tersebut ternyata disambut baik oleh tim sukses kedua pasangan calon.

Tim sukses justru mengusulkan agar sosialisasi visi misi paslon bisa dibuat sesi tersendiri, yang masing-masing berdurasi 2 jam.

Mereka juga mengusulkan sosialisasi visi misi dapat disampaikan secara langsung oleh kandidat capres-cawapres.

Simak! Ini Sederet Hari Libur Nasional di Tahun 2019

Diduga Terlibat Kasus Suap dan Pengaturan Skor, Satgas Antimafia Bola Akan Panggil Vigit Waluyo

Namun, Bawaslu keberatan terhadap usulan itu karena penyampaian visi-misi pasangan calon oleh kandidat capres-cawapres di luar forum debat disebut sebagai kampanye.

Padahal, tujuan KPU menggelar sosialisasi visi-misi paslon bukan untuk kampanye.

Hal ini bisa berpotensi menimbulkan pelanggaran kampanye.

"Kalau paslonnya ada di sini nanti malah jadi kampanye. Kalau kampanye kita lihat dulu, ini tempatnya kampanye atau enggak," ujar Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved