Dinas Perhubungan Beberkan Tiga Titik Kemacetan di Kota Bekasi yang Sulit Terurai

"Di Tol Jakarta Cikampek itu ada sejumlah proyek nasional, kendaraan banyak ngebuang ke arteri jalur Kalimalang," katanya.

Dinas Perhubungan Beberkan Tiga Titik Kemacetan di Kota Bekasi yang Sulit Terurai
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
Jalan KH Noer Ali Kalimalang Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan Kota Bekasi mencatat sedikitnya terdapat tiga titik kemacetan yang sulit terurai di jalur protokol Kota Bekasi

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi menjelaskan, tiga titik itu berada di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Ir Juanda depan Stasiun Bekasi, dan Jalan Simpang Lima Jatibening. 

"Jam-jam sibuk kerja dan pulang kerja pasti mengalami kemacetan pagi dan sore hari, karena ketiga titik itu memang pusat kegiatan masyarakat dan akses utama," kata Johan saat dikonfirmasi, Senin, (7/1/2019).

Adapun penyebab kemacetan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang disebabkan karena adanya sejumlah proyek, pertama di akses Kalimalang terdapat proyek Tol Becakayu ditambah imbas pembangunan proyek di Tol Jakarta Cikampek.

"Di Tol Jakarta Cikampek itu ada sejumlah proyek nasional, kendaraan banyak ngebuang ke arteri jalur Kalimalang," katanya.

Sementara itu, untuk kemacetan di Jalan Ir Juanda tepatnya depan Stasiun Bekasi disebabkan aktivitas penumpang kreta yang dan kapasitas jalan yang sempit. 

Ikut Seleksi di Persija Jakarta, Top Skor Liga 2 Keluhkan Hal Ini

"Untuk di Jatibening karena volume kendaraan dari setiap jalur itu cukup tinggi dan bertemu di satu titik," katanya.

Dalam upaya meminimalisir dampak kemacetan, pihaknya selalu menerjunkan personil dengan berkordinasi bersama pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas. 

Selain itu, upaya manjemen rekayasa lalu lintas juga kerap di lakukan seperti yang diterapkan di Jalan KH.
Noer Ali, saat ini untuk menyesuaikan pembangunan Tol Becakayu dan meminimalisir konflik kendaraan, Dishub menerapkan sistem contraflow dari Jembatan Grand Metropolitan untuk kendaraan arah Jakarta. 

Sedangkan untuk di titik kemacetan lain di Jalan Simpang Jatibening, Dishub berusahan menerapkan manejemen lalu lintas menggunakan fase lampu lalu lintas. 

"Misal jika sore hari kendaraan dari arah Jakarta lebih dominan, untuk itu menit lampu merahnya kita kurangi dan dari arah sebaliknya kita tambah waktu tunggu lampu merahnya," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved