Mafia Bola

Komentar Sekjen PSSI Soal Seorang Wasit Ditangkap Satgas Antimafia Bola

Tisha pun mengapresiasi kinerja dari Satgas Antimafia Bola tersebut, dan mengimbau kepada tersangka untuk patuh kepada hukum.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews/Abdul Majid
Sekjen PSSI Ratu Tisha saat diwawancarai setelah drawing 32 besar Piala Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG – Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha angkat bicara soal ditangkapnya seorang wasit Liga 3, Nurul Safarid oleh Satgas Antimafia Bola yang dilakukan pada Senin (7/1/2019).

Ratu Tisha pun mengapresiasi kinerja dari Satgas Antimafia Bola tersebut, dan mengimbau kepada tersangka untuk patuh kepada hukum.

“PSSI mendukung setiap hal yang berkaitan postif, yang ditegakkan oleh kepolisian, PSSI menghargai hal tersebut. Ikuti proses hukum dengan baik,” kata Tisha setelah drawing babak 32 besar Piala Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Wasit Nurul Safari ditangkap karena terlibat dalam pengaturan skor saat memimpin pertandingan Liga 3 antara Persibara vs PS Pasuruan.

Ia juga mengaku telah mendapat bayaran Rp 45 juta dari Priyanto dan Dwi Irianto alias Mbah Putih yang sebelumnya menjadi tersangka kasus pengaturan skor pertandingan di Liga 3 untuk memenangkan Persibara.

Terlibat Kasus Suap dan Pengaturan Skor, Polisi Tetapkan Wasit Liga 3 Nurul Safarid Jadi Tersangka

Tisha juga menjelaskan juga peran dari Komite Wasit yang ada di PSSI. Lebih lanjut, jika ada wasit secara individual melakukan jenis pelanggaran, maka akan dilanjutkan ke Komite Disiplin.

“Kalau komite wasit berkaitannnya itu pasti secara teknis dan seluruh wasit yang ada itu sudah menghadapi evaluasi per pekannya setelah mereka bertanding, jadi tempatnya apabila ada pelanggaran disiplin pasti ke komite disiplin,” katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved