Breaking News:

Orangtua Rayyan Anggap Pemkot Depok Tak Layak Terima Penghargaan KLA dari Kementerian PPPA

Ibu empat anak itu kian bingung saat tahu bukan hanya dirinya yang kesulitan memenuhi biaya pengobatan Rayyan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Oklavia Supriatin (39) saat menunjukkan kantong kolostomi dari plastik tahu yang dia buat sendiri, Beji, Depok, Kamis (10/1/2019). 

Yakni dari Provinsi Lampung dan Bangka Belitung, bedanya dua Pemda tempat mereka tinggal memberi bantuan yang memadai sehingga warganya tak harus kelabakan memenuhi biaya pengobatan sendiri.

"Di RS saya ketemu sama dua orangtua yang anaknya enggak punya anus juga, dari Bangka Belitung dan Lampung. Sempat ngobrol, katanya mereka dapat bantuan yang cukup untuk rawat jalan. Kalau operasi kan memang ditanggung BPJS Kesehatan," tuturnya.

Perbedaan perlakuan Pemda itu cukup membuat Oklavia pesimis bahwa Idris dan Pradi bakal memenuhi janji membantu biaya rawat jalan Rayyan dan mengusut dugaan kelalaian RS GPI.

Pasalnya Pradi sudah berjanji sejak akhir Agustus 2018, sementara Idris berjanji sejak awal Oktober 2018 lalu bakal membantu biaya rawat jalan dan mengusut dugaan kelalaian RS GPI.

Namun hingga tahun berganti janji dua orang penting di Depok itu urung terealisasi hingga membuat pihak keluarga Rayyan harus memutar otak bagaimana cara memenuhi kebutuhan.

Minimnya bantuan membuat Oklavia tak mampu membeli kantong kolostomi yang digunakan untuk menampung kotoran dan terpaksa membuat kantong kolostomi sendiri menggunakan plastik tahu.

"Sekarang saya lagi enggak bisa beli kantong kolostomi karena harganya mahal. Rp 40 ribu satu kantong, belum susu penambah berat badan, Rp 360 ribu untuk satu minggu. Sekarang kantong kolostomi buat sendiri pakai plastik tahu," lanjut Oklavia.

Plastik tahu yang dimaksud Oklavia adalah plastik transparan tipis yang kerap digunakan tukang sayur membungkus dagangannya.

Cara membuat kantong kolostomi sendiri menggunakan plastik tahu baru dia ketahui dari YouTube dan sejumlah orangtua yang anaknya mengalami nasib serupa Rayyan.

Perihal keselamatan penggunaan kantong plastik tahu jadi kantong kolostomi, merujuk dari penuturan sejumlah orangtua yang senasib, Oklavia menyebut hal itu aman dan bukan merupakan hal asing di dunia medis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved