Kabar Artis

Sudjiwo Tedjo Curiga Orang di Balik Nurhadi-Aldo Berhubungan dengan Jokowi, Sang Kreator Buka Suara

Budayawan Sudjiwo Tedjo mencurigai orang di balik Nurhadi-Aldo memiliki hubungan dengan Presiden Jokowi.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muhammad Zulfikar
twitter/ @nurhadi_aldo
Viral Capres fiktif Nurhadi (kiri) - Aldo (kanan) 

Pasangan capres cawapres parodi Nurhadi-Aldo kini sudah memiliki banyak pengikut dan disorot media besar.

Capres cawapres Nurhadi-Aldo nomor urut 10 ini identik dengan nama koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik.

Capres cawapres guyon ini sampai mendapat komentar dari para politisi tanah air.

Malahan, ini sang capres Nurhadi diundang di acara Rosi di Kompas TV.

Nurhadi yang mengenakan baju merah dan peci hitam ini mengaku senang bisa menjadi bintang tamu dalam acara Rosi.

Saat ditanya soal persiapan debat capres cawapres, ia pun mengaku tak perlu persiapan khusus dan tak butuh bocoran pertanyaan.

"kisi-kisi untuk apa? tak perlu sudah di otak," ucapnya diiringi tawa penonton.

Sesekali Rosi pun tertawa dan heran dengan jawaban yang dilontarkan Nurhadi.

Capres parodi Nurhadi-Aldo saat diundang di acara Rosi Kompas TV
Capres parodi Nurhadi-Aldo saat diundang di acara Rosi Kompas TV (Live Streaming Kompas TV/Rosi)

Dalam kesempatan itu, Nurhadi pun membocorkan siapa sosok admin dibalik postingan Nurhadi-Aldo di media sosial.

Ia mengatakan, semua postingan Nurhadi-Aldo di Instagram dikelola oleh seseorang bernama Edwin dan timnya.

ia pun mempercayakan semua isi postingan Nurhadi-Aldo kepada Edwin, meskipun hingga saat ini belum pernah bertemu.

"Persyaratannya jangan menyakiti orang lain, jangan menyinggung agama, SARA. Belum pernah ketemu, cuma dengar suaranya aja. Pengen sih (ketemu) katanya rencana Februari akhir nanti dia sama keluarga mau ke rumah," ucap Nurhadi.

Selain itu, Nurhadi juga mendapat pertanyaan soal banyaknya kritikan yang masuk, terutama kritik soal beberapa postingannya yang dianggap vulgar.

Memang ada beberapa postingan Nurhadi-Aldo yang berbau vulgar, seperti adanya singkatan-singkatan atau penekanan huruf yang dibedakan warnanya yang menjurus ke arah pornografi.

Ia mengatakan kalau para pengguna media sosial harus bisa membedakan mana yang baik mana yang salah, dan harus berfikir positif.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved