Tak Dilayani dengan Baik di RS TNI Pematangsiantar, Seorang Kapten Ngamuk: Tolong Saya Pak Presiden!
Kapten Leo marah karena mendapatkan perlakukan tidak baik dari Rumah Sakit TNI Kota Pematangsiantar.
Terangnya, baik perwira hingga tamtama punya pelayanan yang sama.
"Jangankan beliau (Kapten Leo Sianturi), seluruh prajurit kita layani maksimal. Sejauh ini, kita sudah membenahi pelayanan kesehatan yang ada di rumkit-rumkit kita demi kesehatan prajurit seluruh Kodam I/BB" ucap Kolonel Roy Hansen melalui sambungan seluler, Jumat (25/1/2019) malam.
Mantan Dandim 0203/Lkt ini mengatakan bahwa sikap emosional Kapten (Inf) Leo Sianturi merupakan kesalahpahaman saja dengan pihak rumah sakit. Saat itu, Kapten (Inf) Leo Sianturi hanya ditanya siapa yang mendampingi mengambil makanan.
"Jadi beliau sensitif saat itu. terpicu lah emosinya. Jadi ini hanya salah paham saja. Beliau mungkin-mungkin lagi naik darah tingginya," sambung Roy.
Terhadap pria dengan tiga strip di bahu itu, Kapendam I/BB Roy Hansen Sinaga mengatakan tak akan memberikan sanksi.
Kodam I/BB hanya memberikan nasihat dan mencoba meluruskan peristiwa tersebut.
Roy melanjutkan, peristiwa seperti ini diharapkan tidak terulang kembali.
Soal kesalahpahaman pelayanan kesehatan prajurit di rumkit-rumkit jajaran Kodam I/BB bisa diselesaikan secara baik-baik.
"Kita saat ini sedang berbenah. Jadi bila ke depan, ada sesuatu yang kurang sesuai oleh prajurit bisa dibicarakan dengan baik-baik dengan pihak Rumkit, sehingga hal-hal seperti ini tidak perlu menjadi besar, apalagi dimanfaatkan oleh segelintir orang." katanya.
"Saya berharap agar masalah ini tidak perlu menjadi besar. Kondisi kesehatan Pak Danramil 10 Balimbingan itu sudah baik dan dilayani secara maksimal," pungkasnya.
Klarifikasi
Dankesyah 01.04.01, Letkol Ckm Suhartono, menggelar konfrensi pers terkait video viral Kapten Leo Sibarani yang mengamuk di Kantor BPJS, Jumat (25/1/2018).
Dalam konfrensi pers ini turut hadir Kapala Penerangan Korem 022 Pantai Timur Mayor Infanteri Djuardi dan perawat Dewi.
Letkol Ckm Suhartono menjelaskan pihak Rumah Sakit TNI tidak ada menelantarkan atau pun mengusir Kapten Leo Sianturi.
"Bahwasanya pernyataan kapten Leo itu tak benar. Pasien-pasien yang dirawat sudah sesuai prosedur tak ada kami telantarkan. Karena ketersinggungan itu maka pasien marah-marah,"ujatnya saat konfrensi pers di Rumah Sakit TNI Siantar, Jumat (25/1/2019) malam.