Pilpres 2019

Menkeu Disebut Prabowo Menteri Pencetak Uang, Ruhut Sitompul Singgung Nama Bob Hasan Hingga Utang

Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitompul menanggapi pernyataan capres 01 Prabowo Subianto yang terkesan menyindir Menkeu.

Menkeu Disebut Prabowo Menteri Pencetak Uang, Ruhut Sitompul Singgung Nama Bob Hasan Hingga Utang
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI), di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019). 

APBN dituangkan dalam UU yang merupakan produk bersama antara pemerintah dan semua partai yang berada di DPR.

Pelaksanaan UU APBN dilaporkan secara transparan dan diaudit oleh lembaga independen BPK dan dibahas dengan DPR. Semua urusan negara ini ditur oleh Undang-Undang.

Pengelolaan dan kredibilitas APBN dan utang juga dinilai oleh lembaga rating dunia yang membandingkan utang dan kualitas kesehatan keuangan negara secara konsisten. Indonesia termasuk dalam kategori investment grade oleh lembaga rating Moodys, Fitch, S&P, RNI dan Japan Credit Rating Agency

Dikurung Keluarganya Sendiri di Ruang Bawah Tanah, Wanita Ini Diselamatkan Polisi

Hasil Liga Spanyol - Drama 6 Gol Warnai Kemenangan Real Madrid atas Espanyol

Prabowo Sebut Menteri Keuangan Jadi Menteri Pencetak Utang, Kemenkeu: Jangan Hina Profesi Kami

Dengan peringkat tersebut adalah SALAH menyatakan utang negara sudah dalam stadium lanjut. YANG BENAR adalah kondisi keuangan negara dalam keadaan sehat dan bugar. Seharusnya semua calon presiden menyampaikan informasi yang benar pada rakyat, bukan ucapan menyesatkan dan bahkan bertujuan menakut-nakuti rakyatnya.

Rakyat membutuhkan kontestasi program yang kredibel, bukan propaganda untuk menciptakan ketakutan dan penyesatan. Itu tugas kenegarawanan para elit dan yang mencalonkan menjadi pemimpin bangsa, yang bertanggung jawab membawa negara dan bangsa Indonesia menjadi negara maju, adil dan makmur, dihormati serta disegani didunia.

Utang sudah ada sejak tahun 1946, dimana pemerintah sudah mengeluarkan surat utang negara yang disebut Pinjaman Nasional. Dari masa ke masa, setiap pemerintahan akan menggunakan APBN untuk menyejahterakan rakyat dan menjalankan program pembangunan.

Kami jajaran di Kementerian Keuangan (BUKAN Kementerian Pencetak Utang), yang mayoritas adalah generasi milenial - bekerja dan bertanggung jawab secara profesional dan selalu menjaga integritas.

Kami bangga menjalankan tugas negara menjaga dan mengelola APBN dan Keuangan Negara - dari penerimaan, belanja, transfer ke daerah dan pembiayaan termasuk utang, untuk membangun Indonesia menjadi negara yang bermartabat. Jangan hina dan cederai profesi kami.

#KemenkeuProfesional

Nufransa Wira Sakti
Kementerian Keuangan RI," tulisnya.

Dua Sindikat Residivis Pencurian Kendaraan Bermotor Dilumpuhkan Polisi di Kalideres

Baim Wong Tukar Sepatu Balenciaga Asli Raffi Ahmad dengan KW, Nagita Slavina Semprot Ayah Rafathar

Kelakar Beli Mobil 3 Kali Dalam Setahun, Raffi Ahmad Akui Membelinya Selalu Dicicil Sampai 4 Tahun

Tergenang Sejak Hari Jumat, Warga Muara Angke Berharap Banjir Rob Segera Disedot

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved