Monitor Perkembangan DBD, Pemkot Jakarta Timur Sidak Rumah Sakit di Cipayung
Sidak dilakukan dalam rangka monitoring bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus meninjau pelayanan RSUD Cipayung kepada masyarakat.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar bersama sejumlah jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Cipayung.
Sidak dilakukan dalam rangka monitoring bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus meninjau pelayanan RSUD Cipayung kepada masyarakat.
”Tentunya sidak ini dalam rangka melihat pelayanan yang ada. Termasuk fasilitas dan sumber daya manusianya, juga kita memonitor DBD,” ujar Anwar di RSUD Cipayung, Jakarta Timur.
Terkait DBD, Anwar menyebut bahwa saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini, tingkat kerentanan untuk terkena penyakit tersebut semakin tinggi.
Ditegaskan Anwar wabah penyakit DBD memasuki kondisi darurat. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur giat mensosialisasikan dan penyuluhan bahaya DBD, serta cara pencegahannya.
• 75 Warga Postif DBD, Kota Bekasi Tetap Status Siaga
• Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sebut Warga Positif DBD Sebanyak 75 Orang
• Awal 2019, Jumlah Penderita DBD di Jakarta Timur Meningkat 3 Kali Lipat
“Dengan itu saya sudah tegaskan kepada seluruh jajaran untuk galakkan gerebek PSN sebanyak tiga kali dalam seminggu. Tentunya, kegiatan ini adalah preventif untuk kita mencegah agar warga kita tidak terkena DBD,” ujar Anwar.