Dinkes Kota Bekasi: Pemberantasan Sarang Nyamuk Melalui Fogging Merupakan Cara Terakhir
Dezi menjelaskan, sebelum fogging dilakukan, harus ada langkah-langkah yang terlebih dahulu dilakukan.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Bidang Pencehahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, mengatakan, antisipasi pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD) dengan cara fogging atau pengasapan merupakan langkah terkahir yang dapat dilakukan.
Dezi menjelaskan, sebelum fogging dilakukan, harus ada langkah-langkah yang terlebih dahulu dilakukan.
"Yang jelas jika ada kasus yang terlaporkan berdasarkan KDRS (Kewaspadaan dini rumah sakit), akan dilakukan dengan PE (Penyelidikan epidemologi)," kata Dezi, Jumat, (1/2/2019).
Dezi melanjutkan, jika hasil penyelidikan epidemologi positif ditemukan jentik nyamuk di rumah salah satu warga, langkah yang harus dilakukan pertama yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Jadi PSN itu pencegahan masyarakat di rumah masing-masing diminta untuk aktif melakukan upaya 3 M plus," kata Dezi.
Adapun 3M plus yaitu, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air atau genangan.
Lalu menutup rapat tempat-tempat seperti drum, toren air, ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk berkembang biak dan menimbulkan wabah penyakit DBD.
"Lalu langkah plus adalah menaburkan bubuk larvasida, atau biasa disebut bubuk abate, atau bisa juga memelihara ikan yang bisa memakan jentik nyamuk," jelas dia.
Untuk itu Dinkes Kota Bekasi, sejauh ini telah menyusun instruksi langsung yang nantinya diedarkan ke tiap-tiap kecamatan dan kelurahan agar melakukan kegiatan PSN secara serentak di masing-masing wilayah.
"Ini instruksi langsung dari Wali Kota Bekasi dan surat edaran dari Kepala Dinas Kesehatan untuk upaya pencegahan dini peningkatan kasus DBD di awal 2019 ini," kata Dezi saat dikonfirnasi, Rabu, (30/1/2019).
• Kejari Depok Tunggu Kehadiran Buni Yani
Kegiatan PSN secara serentak belum dapat dipastikan bakal dilakukan kapan. Sementara ini pihaknya tengah melakukan kordinasi dengan instansi dinas terkait serta elemen masyarakat agar kegiatan PSN serentak dapat efektif mencegah peningktan DBD.
"Kita masih tahap penyusunan strategi karenakan PSN serentak ini diharapkan bisa menjadi upaya yang efektik mencegah peningkatan kasus DBD, kita juga berencana melibatkan sekolah karena anak-anak juga golongan yang rawan terkena DBD," jelas Dezi.
Seperti yang diketahui, Dinas Kesehatan Kota Bekasi baru saja merilis data pasien positif terjangkit Deman Berdarah Dengue (DBD) periode Januari 2019 sebanyak 75 orang. Data tersebut merupakan hasil validasi dan diagnosa yang dilakukan seluruh rumah sakit yang ada di wilayah setempat.
Jumlah tersebut menurut Dezi meningkat jika dibandingkan periode Januari 2018 lalu. Dimana jumlah pasien DBD saat itu tercatat 49 kasus.
"Dari data yang sudah tervalidasi di seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan ada 75 pasien yang telah terdiagnosa menderita DBD periode Januari 2019 ini," kata Dezi.