Bandara Soekarno-Hatta Sepi, Pendapatan Sopir Taksi Turun 50 Persen

Sudaim merasakan hal yang tak jauh berbeda dan mengaku sudah empat jam ia menunggu di lobi Terminal 1 dan belum satu pun penumpang yang ia angkut.

Tayang:
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Antrean taksi yang mengular di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta dampak sepinya penumpang, Jumat (8/2/2019). 

Tak hanya taksi yang merasakan paceklik penumpang, angkutan massal seperti bus Damri juga mengalami hal serupa.

Dede, seorang petugas Damri mengatakan penurunan penumpang sejak pemberlakuan bagasi berbayar dan tiket pesawat meroket sangatlah terasa.

Petugas Damri ini mengatakan merasakan kehilangan ratusan penumpang dimana biasanya dapat mengangkut ribuan penumpang perjurusannya.

"Kayak jurusan Karawaci ini sudah bisa kehilangan 200 penumpang. Belum yang lainnya. Ada setengah persen lebih kita kehilangan penumpang," jelas Dede.

Ia pun kerap kali mendapatkan cerita dari penumpangnya yang mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat yang mereka tumpangi.

"Wah iya kalau penumpang saya cerita itu bisa bayar Rp 1,6 juta sekali berangkat dari Surabaya tuh," cerita Dede.

Dari pantauan di lokasi, antrean taksi di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pun mengular akibat sepinya pengguna jasa taksi.

Buntut antrean pun dapat mencapai ujung Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, bahkan beberapa sopir terpantau tertidur dan mengisi kesibukannya bermain gawai sambil pasrah menunggu penumpang.

Tak biasanya, mereka pun rela berjalan kaki menjemput penumpang sambil menawarkan jasa taksi mereka. Padahal sebelumnya mereka diam saja sudah ada penumpang yang menghampiri.

Parkiran mobil di Terminal 1 pun terpantau sangat lengang yang pada biasanya sulit menemukan parkiran di bandar udara tersibuk di Indonesia itu.

Hanya ada beberapa mobil terparkir di dekat Terminal 1A bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pemberlakuan aturan bagasi berbayar yang diterapkan Lion Air dan Wings Air merupakan tuntutan persaingan pasar.

Karena itu sebagai langkah mempertahankan tingkat ketepatan, Lion Air Group akan tetap memberlakukan kebijakan bagasi nol kilogram untuk rute domestik.

"Dalam upaya memberikan pelayanan, mulai 7 Februari 2019 kami akan melakukan penyesuaian tarif bagasi berbayar," kata Danang dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Menurut Danang, Layanan bagasi tercatat nol kilogram merupakan kebijakan baru Lion Air dan Wings Air guna menjawab peluang dan tantangan bisnis seiring pertumbuhan tren perjalanan udara yang simpel, sesuai era kekinian.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved