Bocah 7 Tahun di Kalideres Meninggal Diduga Terkena DBD

‎"Masuk rumah sakit itu Sabtu sore, pas dibawa itu sebenarnya sudah turun panasnya, panas tinggi justru malah Senin, Selasa," kata Parnomo

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Keluarga serta kerabat di rumah duka balita yang meninggal dunia diduga DBD di RT 03/01, Kalideres, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Warga RT 03/01, Kalideres, Jakarta Barat bernama Neta Maria Dinata (7) meninggal dunia diduga karena terjangkit Deman Berdarah Dengue (DBD).

Ia menghembuskan nafas terakhirnya hari ini setelah dirawat di Rumah Sakit Hermina Cengkareng, sejak Sabtu (9/2/2019).

 Ayah korban, Parnomo mengatakan anaknya telah mengalami demam tinggi sejak Senin (‎4/2/2019).

Dikatakannya, panas tinggi yang dirasakan oleh anaknya berlangsung selama dua hari. Kala itu,sang anak juga kerap muntah-mutah.

‎"Masuk rumah sakit itu Sabtu sore, pas dibawa itu sebenarnya sudah turun panasnya, panas tinggi justru malah Senin, Selasa," kata Parnomo di rumahnya, Jumat (15/2/2019).

‎Dikatakan Parmono, sejak dibawa ke rumah sakit sebenarnya anaknya akan dimasukan ke dalam ICU.

Namun, lantaran ruang ICU penuh maka hal itu belum dilakukan hingga akhirnya pada Kamis kemarin anaknya mengalami kritis dan baru mendapatkan ruangan ICU pada hari ini.

Parnomo sendiri mengaku belum mengetahui apakah anak keduanya itu meninggal karena terkena DBD atau bukan.

"Saya enggak tahu ini DBD atau apa, saya juga enggak tanya mas, soalnya saat kritis saya sudah binggung, mikirnya ke anak aja gimana biar cepet sembuh," katanya.

‎Saat ini jenazah pun telah dimakamkan di TPU Citra 1, Kalideres Jakarta Barat.

‎Lurah Kalideres, Muhammad Fahmi yang melayat ke rumah korban belum dapat memastikan apakah korban meninggal dunia karena terjangkit DBD.

"Kami belum tahu apakah ini DBD, dan pihak keluarga sendiri juga belum tahu itu, kehadiran saya disini kan memang sebagai lurah yang ingin menjenguk warganya," kata Fahmi.

Diduga Pungli Rp 40 Juta, Oknum Polisi di Tangerang Dicokok Polda Banten

Momen Kasih Sayang Raisa dan Hamish Makan Malam bersama Putri Tercinta

Fahmi mengatakan ‎pihaknya sudah kerap kali memberikan sosialisasi kepada warganya untuk mengatasi permasalahan DBD ini bersama-sama.

Merujuk data yang ia peroleh dari Puskesmas Kalideres ada 27 orang yang terjangkit DBD.

"Kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga, dan membentuk kader jumantik dasawisma, dan kemudian kita juga lakukan PSM setiap hari sejak januari hingga saat ini," kata Fahmi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved