Pemilu 2019

Begini Mekanisme Pelipatan Surat Suara Pemilu 2019

para pekerja harus menyortir surat suara yang ada untuk memastikan surat suara memenuhi syarat atau tidak

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Suasana pelipatan surat suara di KPU Jakarta Utara, Senin (18/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sebanyak 80 orang dipekerjakan dalam pelipatan surat suara Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara, mulai Senin (18/2/2019).

Sebelum memulai pelipatan hari ini, mereka diberikan arahan mengenai mekanisme pelipatan surat suara.

Ketua KPU Jakarta Utara, Abdul Bahder Maloko menjelaskan, ada beberapa prosedur yang mesti dilakukan para pekerja pelipat surat suara.

Pertama, sebelum melipat, para pekerja harus menyortir surat suara yang ada untuk memastikan surat suara memenuhi syarat atau tidak.

Penyortiran dilakukan untuk melihat apakah surat suara mengalami kerusakan, seperti bernoda, bolong, ataupun salah cetak.

"Mekanismenya memang mulai dari disortir. Sortir itu dilihat dari proses kepastian kebersihan dari surat suara, apakah ada noda atau tidak ada, bolong atau tidak, kalau cacat itu istilah kita tidak memenuhi syarat dan memenuhi syarat," kata Abdul di Kantor KPU Jakarta Utara.

Abdul menjelaskan, usai disortir, surat suara kemudian dilipat.

Pelipatannya pun dilakukan secara bertahap, dengan perhitungan 25 lembar sekali lipat.

Lalu, 25 lembar surat suara akan diikat jadi satu dan dipisahkan menjadi empat tumpukan.

"Kalo dia memenuhi syarat ya kita mulai tahap ketiga, yaitu dilipat. Setelah dilipat semuanya baru nanti dipacking. Diikatnya per ikat itu 25. Lalu per ikat ditumpuk jadi empat lalu diikat jadi satu," beber Abdul.

Pengamatan TribunJakarta.com, proses pelipatan surat suara dilakukan dalam sebuah garasi kosong di Kantor KPU DKI Jakarta.

Sejumlah meja kayu diletakkan untuk para pekerja melakukan proses pelipatan. Para pekerja awalnya mengambil boks yang berisi 2.000 lembar surat suara dari bagian depan garasi.

Lalu, mereka membawa boks tersebut ke meja masing-masing untuk mengeluarkan surat suara yang masih terbungkus plastik.

Pekerja yang mayoritas sudah berumur melakukan pelipatan dengan bermodalkan sebuah balok kecil.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved