Pemkot Sebut Ada 200 Titik Kemacetan di Wilayah Jakarta Selatan
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Jakarta Selatan, Sri Yuliani mengatakan tak sedikit titik kemacetan di wilayah Jakarta Selatan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Jakarta Selatan, Sri Yuliani mengatakan tak sedikit titik kemacetan di wilayah Jakarta Selatan.
Berdasarkan rapat pimpinan, terdapat sekira 200 titik kemacetan yang berada di wilayah Jakarta Selatan.
"Di Jakarta Selatan kita punya ratusan titik kemacetan (200 titik). Satu di antaranya di Jalan Pasar Minggu," kata Sri kepada TribunJakarta.com saat meninjau lokasi kemacetan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2019).
Sri kemudian melanjutkan penyebab kemacetan bermacam-macam tergantung kondisi wilayah tersebut.
"Di setiap titik kemacetan itu kondisinya berbeda. Seperti yang di jalan Antasari, itu hanya ditambah sejumlah personil untuk mengurai simpul kemacetan," tuturnya.
Ia mencontohkan titik kemacetan yang krusial berada di Jalan Raya Pasar Minggu lantaran banyaknya putaran balik namun jalan tersebut sempit.
Sehingga jalan tersebut acapkali terjadi simpul kemacetan.
• Kebijakan Ganjil Genap dan Transportasi Publik Jadi Solusi Mengurai Kemacetan di Ibu Kota Jakarta
• Sejumlah Warga Keluhkan Kemacetan di Pintu Perlintasan Rel Kereta Api Cisauk
Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan melebarkan jalan dengan total lebar enam meter dan panjang 200 meter dimulai dari Halte PMD.
Namun, pemerintah kota Jakarta Selatan mengorbankan lebar trotoar di jalan tersebut.
"Otomatis mengurangi lebar trotoar tapi tidak menghilangkan trotoarnya. Bukan dihilangkan sama sekali," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pemerintah-kota-jakarta-selatan-kemacetan.jpg)