Pemkot Jakarta Selatan Bersyukur Turun Satu Peringkat Kasus DBD Tertinggi di DKI
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan juga menyarankan kepada Lurah setempat untuk mendata RW yang diduga banyak jentik nyamuk
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA- Wilayah Jakarta Selatan mengalami penurunan jumlah penderita kasus nyamuk demam berdarah dengue (DBD) se-DKI Jakarta.
Melihat kondisi itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan yang baru dilantik, Isnawa Adji mengatakan pemerintah maupun warga tetap harus serius memberantas sarang-sarang nyamuk.
"Alhamdulilah Jakarta Selatan telah turun peringkatnya. Dari nomor 1 se-DKI sekarang sudah turun ke nomor 2. Tapi kita enggak boleh berbangga walaupun cuma nomor 2, ya," bebernya kepada TribunJakarta.com saat acara pemberantasan sarang nyamuk di Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada Jumat (1/2/2019).
Menurutnya merebaknya sarang nyamuk yang meresahkan warga di wilayah Jakarta Selatan lantaran faktor cuaca yang tak menentu.
"Meningkatnya jentik nyamuk ini karena pengaruh cuaca, satu di antaranya faktor kelembapan udara. Di masa musim pancaroba ini, berpengaruh terhadap perkembangan jentik nyamuk," tuturnya.
• Anggota DPRD DKI Jakarta dengar Keluhan Soal Jual Beli Jabatan, Ada Tarif Jabat Lurah dan Camat
• Buktikan Tak Cabuli Anaknya, Ayah Korban Siap Diperiksa Polisi: Siap Tes Kebohongan dan Bersumpah
Isnawa juga menyarankan kepada Lurah setempat untuk mendata RW yang diduga banyak jentik nyamuk.
"Program ini (PSN) juga di mapping dan dievaluasi oleh pak lurah. Mungkin perlu diambil sampel di tiga tahun terakhir. RW mana saja yang memiliki kecenderungan DBD tertinggi," lanjutnya.
Ia juga menambahkan lurah setempat diharapkan bisa saling berkoordinasi dengan warganya untuk memperhatikan lahan kosong, pekarangan rumah yang kemungkinan berpotensi menjadi sarang DBD.