Begini Peran dan Modus 2 WNI yang Tipu Warga Negara Mexico Saat Beli Alat Kesehatan Lewat Website

Sementara, lanjut Rickynaldo, tersangka Jamaluddin berperan sebagai pemegang rekening penampung melalui Bank BNI atas nama Mashuri.

Begini Peran dan Modus 2 WNI yang Tipu Warga Negara Mexico Saat Beli Alat Kesehatan Lewat Website
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Kombes Pol Rickynaldo Chairul 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap dua pelaku penipuan bernama Aldaf Rusia (35) dan Jamaluddin Garingging (36) terkait penjualan alat kesehatan melalui website www.bastmed.com.

Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, menjelaskan kedua pelaku menipu warga negara Mexico bernama Andrea Martinez.

Rickynaldo menjelaskan masing-masing peran pelaku dalam kasus ini. Pertama, Aldaf yang berdomisili di Bandung disebut sebagai pengoperasional website tersebut serta mencari rekening penampung hasil transaksi.

"Tersangka Aldaf melakukan komunikasi dengan menggunakan email sales@bastmed.com dengan korban dan mencari rekening untuk menampung uang hasil penipuan penjualan online dalam situs www.bastmed.com," ujar Rickynaldo, di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Perpres Pertanian Berkelanjutan Buktikan Pemerintah Pro Petani dan Utamakan Pangan

Sementara, lanjut Rickynaldo, tersangka Jamaluddin berperan sebagai pemegang rekening penampung melalui Bank BNI atas nama Mashuri.

"Rekening penampung ini disiapkan oleh rekannya yg ada di Batam, oleh saudara Jamaluddin menggunakan rekening bank BNI. Terus kemudian para korban ini mengirimkan atau mentransfer uang ke rekening penampung," kata dia.

Adapun total kerugian yang diderita Andrea karena melakukan transaksi online dengan kedua penipu mencapai angka USD 8.400 atau setara Rp 118 juta.

Akibat perbuatannya, polisi mensangkakan kedua pelaku dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (1) dan/atau Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 36 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU).

Persija Jakarta Bermain Imbang saat Hadapi Madura United

"Terhadap perbuatan tersangka dapat dipidana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," tutur Rickynaldo.

Hadir pula dalam konferensi pers ini Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved