Pedagang Skybridge Tanah Abang: Sekarang Jualan di Pasar Serasa di Mal
"Ya lebih ramai disini sih daripada dulu, apalagi kalau sekarang lebih ditata lah dibanding sebelumnya," ucap Riana
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Tiga bulan sejak dibuka untuk umum, sejumlah pedagang tampak antusias menggelar dagangan mereka di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebagian besar dari mereka mengaku memperoleh keuntung lebih besar dibandingkan sebelumnya.
"Ya lebih ramai disini sih daripada dulu, apalagi kalau sekarang lebih ditata lah dibanding sebelumnya," ucap Riana (35), Selasa (12/3/2019).
Pedagang pakaian hijab ini juga mengaku lebih nyaman dan aman berjualan di skybridge Tanah Abang dibanding sebelumnya berjualan di ruas Jalan Jatibaru.
"Ya lebih enak disini, enggak sumpek dan dijaga juga sama petugas. Pengamen atau pengemis enggak boleh masuk sini," ujarnya.
"Jadi sekarang jualan di Pasar serasa di mall," tambahnya.
Hal senada turut disampaikan oleh Imam (46), penjual pakaian anak ini menyebut semakin hari JPM semakin ramai dikunjungi masyarakat sehingga pendapatannya pun meningkat.
"Ya alhamdulillah ya sekarang makin ramai, dagangan juga semakin laris. Orang-orang pada lewat sini semua," kata Imam.
Meski demikian, Imam mengaku kini peraturan yang diterapkan di JPM Tanah Abang lebih ketat dibanding sebelumnya.
Sanksi tegas juga siap diberikan oleh pihak pengelola bila ada pedagang yang melanggar peraturan.
• Ombudsman DKI Sarankan Anies Baswedan Perluas JPM Tanah Abang
• Melihat Kondisi Skybridge Tanah Abang Kini: Dipenuhi Para Pedagang]
• Begini Cara Warga Cideng Memanfaatkan RPTRA Tanah Abang 3
"Pedagang yang jualan disini harus yang punya kios, enggak boleh disewain karena setiap hari ada petugas yang mengawasi," ucapnya.
"Belum lagi pedagang enggak boleh melanggar batas garis kuning yang sudah ditentukan," tambahnya.
Sementara itu, Sunarto (55), petugas keamaan JPM Tanah Abang mengatakan, setiap hari pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap para pedagang sebanyak dua kali.
"Sehari dua kali kami cek tanda pengenal mereka karena yang punya kios biasanya sudah diberi semacam id card," ujarnya.
Bila ada penjual yang kedapatan tidak memiliki tanda pengenal tersebut, maka Sunarto mengaku tak akan segan menertibkan mereka.