Curhat Kader Jumantik di Kelurahan Jembatan Besi: Ada Warga yang Takut Dikira Minta Sumbangan
Menurutnya warga sudah mengerti, karena kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan khususnya di wilayah Rw 01, Kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat.
Penulis: Leo Permana | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Sutri seorang kader Jumantik ( Juru Pemantau Jentik ) di Rw 01 Kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat membagikan pengalamannya selama menjalani aktifitasnya tersebut.
Selam kurang lebih 7 tahun menjalani aktifitas itu, ia mengatakan pernah ada warga yang mengira ia dan rekan-rekannya yang datang ke rumahnya untuk meminta sumbangan.
"Kalau dulu ya pengalamannya pahit, kalau kita ketuk pintu orang-orang pada takut disangkanya kita tukang minta sumbangan," katanya di sekitar Posko Rw 01, Kelurahan Jembatan Besi, Jakbar, Jumat (15/3/2019).
Namun ia melanjutkan, saat ini sudah tidak lagi warga khususnya di Rw 01 yang bersikap seperti itu.
Menurutnya warga sudah mengerti, karena kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan khususnya di wilayah Rw 01, Kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat.
• Warga Sambut Baik Kegiatan PSN di RW 01 Kelurahan Jembatan Besi
"Kalau sekarang sih nggak Alhamdulillah, setelah Pak lurah, Pak Rw dan Rt turun buat sosialisasi juga ke mereka, jadi lebih mengerti," kata Sutri.
Ia menyampaikan sebagai kader Jumantik, dirinya dan rekan-rekannya harus mendatangi 50 rumah warga saat pelaksanaan kegiatan.
Namun, tambah Sutri bila seumpamanya wilayah itu lebih dari 50 rumah, maka kader Jumantik boleh dua kali berkeliling.
Adapun gaji dari jasanya tersebut, ia sampaikan sebesar Rp 2000 untuk per satu rumah, dan itu dibiayai pemerintah.
Wanita yang juga menjabat sebagai Ibu Rt 08 di wilayah Rw 01 itu mengatakan, pada Januari 2019 lalu ada warganya yang terjangkit DBD.
Namun korban yang diketahui pelajar SMP itu sudah pulang ke rumahnya, setelah sempat dirawat lima hari di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.
"Itu kejadiannya Januari 2019 lalu, kalau sekarang belum ada lagi Alhamdulillah di RT 08, tapi nggak tahu kalau di wilayah lain," ungkap Sutri.
• Satu Warga RW 01 di Kelurahan Jembatan Besi Diduga Terjangkit DBD
Ia pun berharap agar warganya lebih sadar akan kebersihan lingkungan, khususnya dalam melakukan pencegahan DBD di lingkungan rumahnya.
"Mudah-mudahan nggak ada lagi ya kejadian seperti kemarin, ada yang kena walaupun kita periksa rumahnya bersih tetapi ternyata masih kebobolan juga. Jadi warga harus lebih menyadari arti kebersihan, buang sampahnya jangan sembarangan, bersihin air, serta melakukan 3M (menutup, menguras dan mengubur)," tuturnya.
"Itu saja harapan kita sebagai petugas jumantik, jangan sampai ada kejadian yang sakit karena dampaknya kan juga semua," katanya.