Warga DKI Jakarta Masih Aman dari Cikungunya

Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan hingga kini belum ada warga DKI yang terjangkit Cikungunya.

Warga DKI Jakarta Masih Aman dari Cikungunya
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia di Lapas Narkotika Cipinang, Senin (18/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan hingga kini belum ada warga DKI yang terjangkit Cikungunya.

Cikungunya juga dipicu gigitan nyamuk Aedes Aegypti seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah merenggut dua nyawa warga DKI.

Namun ada perbedaan antara Cikungunya dan DBD.

"Untuk saat ini tidak ada peredarannya (Cikungunya), karena Cikungunya biasanya ada di daerah yang memang belum pernah ada," kata Dwi di Lapas Narkotika Cipinang, Senin (18/3/2019).

Satu wilayah yang warganya sudah pernah terjangkit Cikungunya lalu sembuh memiliki kekebalan tubuh sehingga kecil kemungkinan kembali terjangkit.

Beda dengan DBD yang hingga pertemuan bulan Maret tercatat 2.883 pasien, Dwi menyebut belum ada warga DKI yang terjangkit Cikungunya.

"Biasanya kalau sudah pernah bersikulasi di situ dia enggak akan menyerang lagi karena dia punya kekebalan. Untuk saat ini DKI Jakarta tidak ada kasus Cikungunya," ujarnya.

Guna memberangus populasi nyamuk Aedes Aegypti, Dwi menjelaskan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M plus jadi cara paling ampuh, bukan fogging.

Waspada, Sudah Dua Warga Jakarta Timur Meninggal Terserang DBD

Diduga karena DBD, Seorang Ibu Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat di Tangerang Selatan

Dia mengimbau warga tak menganggap sepele keberadaan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berkembang biak di berbagai tempat, termasuk di belakang kulkas.

"Karena nyamuknya sama, pola hidup sama, kalau kita bisa berantas nyamuk yang sama. Ada dua penyakit yang bisa langsung dicegah," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved