3 Keahlian Will Si Eggboy yang Timpuk Kepala Senator Australia Hingga MUI Kaji Haramkan PUBG
Majelis Ulama Indonesia atau MUI juga merespon atas kejadian tersebut dan kemungkinan akan mengeluarkan fatwa haram pada gim PUBG.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM- Pascateror horor di Selandia Baru, wacana penolakan permainan PUBG mulai berkumandang.
Sebut saja di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mengkaji fatwa mengharamkan permainan pertempuran tersebut.
Sebelum membahasnya, mari lihat sejenak melihat perkembangan Will Connolly.
WIll adalah remaja Australia yang kini beken disebut egg boy karena keberaniannya menimpuk kepala politikus Australia Fraser Anning karena menyalahkan Muslim terkait teror penembakan di Majid Al Noor dan Lindwood di Selandia Baru.
Dilansir dari akun Instagram Will Connolly, remaja tersebut ternyata sangatlah berbakat dalam dunia olahraga.
Tak hanya berbakat dalam satu bidang olahraga saja, namun Will piawai dalam beberapa cabang olahraga.
1. Baseball
Will Connolly ternyata sangat jago dalam olahraga baseball.
Sejak kecil ia telah tergabung dalam klub baseball.
Bahkan dia bersama klubnya pernah menjuarai sebuah turnamen.
2. Basket
Remaja yang tengah viral ini rupanya juga piawai dalam memainkan basket.
Hal itu terlihat dari unggahan akun Instagramnya yang menunjukkan aktivitasnya kal bermain basket.
3. Renang
Selain baseball dan basket, Will rupanya juga mahir dalam olahraga renang.
Beberapa kali dirinya pernah mengunggah aktivitas renang ke akun Instagramnya.
Kini Remaja asal Hampton Australia itu mendapat undangan dari berbagai negara karena keberaniannya ini.
Salah satunya adalah seorang proffesor Filsafat dari Turki bernama Caner Taslaman.
Melalui cuitan dalam akun twitternya ia pun mengundang Will untuk datang.
Tak cuma-cuma ia bahkan bersedia menyediakan tiket, hingga penginapan di hotel bintang lima selama 10 hari.
Tak hanya dari Turki, Will juga mendapat undangan untuk pergi ke Dubai.

Kali ini bahkan ia ditawari sebuah mobil Ferrari.
Penolakan PUBG
Pascateror di Selandia Baru, timbul berbagai respons dari berbagai lapisan masyarakat di dunia.
Bahkan banyak yang merespon jika teror tersebut disebabkan oleh gim PUBG.
Majelis Ulama Indonesia atau MUI juga merespon atas kejadian tersebut dan kemungkinan akan mengeluarkan fatwa haram pada gim PUBG.
Ketua MUI Jabar, Rahmat Safe'i mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan edukasi untuk melarang masyarakat berperan dalam aksi teror, satu diantaranya adalah dengan mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram untuk Gim PUBG.
MUI mengatakan masih akan melakukan pengkajian tentang seberapa besar pengaruh negatif yang diberikan PUBG kepada para pemainnya.
Dikutip Tribunnews dari esports.id, fatwa haram sendiri tidak bisa sembarang dikeluarkan oleh MUI.
Rahmat mengatakan bahwa setelah melakukan pengkajian terhadap PUBG dan dampak yang diberikan kepada masyarakat.
Sebelum memberikan fatwa haram kepada gim PUBG, pihaknya harus melakukan musyawarah dengan berbagai pihak.
Sebelum terjadi kasus penembakan di Selandia Baru, pemerintah India sudah terlebih dahulu mengeluarkan perintah untuk melarang msyarakatnya bermain PUBG.
Di negara tersebut, PUBG dianggap sumber dari beragam masah sosial seperti kekerasan rumah tangga hingga penurunan akademis pelajar.
Dengan itu, empat daerah di India menerapkan peraturan yang melarang masyarakat bermain PUBG di tempat umum hingga 31 Maret 2019.
Di Malaysia, beberapa hari yang lalu ada rencana untuk memblokir gim PUBG yang diakibatkan kasus penembakan di Selandia Baru.
Namun hal tersebut dibantah oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengungapkan bahwa aksi kekerasan yang timbul dari kepercayaan ekstrim tetap akan terjadi, terlepas dari ada atau tidaknya gim peperangan seperti PUBG.
Satu hal yang perlu diketahui, bahwa kasus penembakan di Selandia Baru tidak terinspirasi oleh PUBG maupun gim sejenis.
Pelakunya sendiri telah mengunggah manifesto sepanjang 74 halaman sebelum melakukan serang dalam dokumen berjudul "The Great Replacement".

Manifesto tersebut berisi tantang ide anti imigran, anti muslim, supremasi kulit putih, hingga menjelaskan alasannya melakukan serangan sebagai upaya pembalasan kepada kaum muslim atas aksi terorisme di Eropa.
Bahkan, pihak pengembang gim PUBG Mobile, Tencent Gaming sedang mengembangkan fitur untuk membatasi umur pemain PUBG Mobile.
Nantinya fitur tersebut akan diuji coba di regional Cina, PUBG Mobile dan Honor of King (AOV versi Cina) akan menjadi gua gim dari Tencent yang menjadi fokus utama.
Fitur yang dinamakan 'Digital Lock' ini dapat digunakan orang tua untuk mengunci gim agar tidak bisa dimainkan oleh anak usia di bawah 13 tahun. (Bolastylo/Tribunnews)