Pilpres 2019

Singgung Survei Terbaru Litbang Kompas, Dahnil Anzar Tunjukkan Hasil Survei Lain Lebih Mengejutkan

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semringah menilai hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (20/3/2019).

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar Kompas TV
Debat pilpres 2019 perdana di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semringah menilai hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (20/3/2019). 

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengomentari survei tersebut dan menilai kubu calon presiden dan calon wakil presiden 01 Jokowi-Ma'ruf Amin pantas panik. 

Hasil survei termutakhir Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 sampai 5 Maret 2019 menunjukkan, Prabowo-Sandi mampu memangkas jarak elektabilitas yang sempat jauh kini menipis dari Jokowi-Ma'ruf.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Sementara 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan, menuliskan jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen.

Pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf.

Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

"Selama enam bulan, elektabilitas Jokowi-Amin turun 3,4 persen dan Prabowo-Sandi naik 4,7 persen," tulis Bambang dilansir Kompas.com dalam artikel: Survei Litbang "Kompas": Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa meski penurunan angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terlihat sedikit, tetapi memberikan pengaruh signifikan pada jarak keterpilihan.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, membuat cuitan atas hasil survei Litbang Kompas tersebut.

Bisa jadi, menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, kubu TKN Jokowi-Maruf harap-harap cemas dan panik menilai pergerakan positif elektabilitas Prabowo-Sandi.

Hal itu merujuk hasil survei Litbang Kompas

"Dengan trend Survey sprt ini pantas kepanikan menyeruak diruangan sana, sehingga semua upaya dilakukan," cuit Dahni Anzar Simanjuntak di akun Twitternya @Dahnilanzar.

Enggan terbuat dengan pergerakan positif tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan relawan dan tetap berkampanye positif. 

"Sobat relawan jangan lengah, tetap tebar kampanye positif. Jagain TPS sampai kecamatan dst. Gelombang perubahan tdk bisa dibendung," kata Dahnil Anzar Simanjuntak berikutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved