Pilpres 2019

Singgung Survei Terbaru Litbang Kompas, Dahnil Anzar Tunjukkan Hasil Survei Lain Lebih Mengejutkan

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semringah menilai hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (20/3/2019).

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar Kompas TV
Debat pilpres 2019 perdana di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya memperhatikan cuitan Dahni Anzar Simanjuntak tersebut.

Ia pun memberikan komentarnya. 

"Bukannya menurutmu survei internal prabowo dan nyalip?" cuit Yunarto Wijaya di akun Twitter @yunartowijaya.

Dahnil Anzar Simanjuntak responsif atas cuitan bernada pertanyaan dari Yunarto Wijaya. 

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, menurut hasil survei internal Prabowo-Sandi malah sudah melampaui hasil survei kebanyakan yang masih mengunggulkan Jokowi-Maruf.

"Betul survey Internal sudah nyalib," balas Dahnil Anzar Simanjuntak.

Terlepas dari cuitan Dahnil Anzar Simanjuntak tersebut, Yunarto Wijaya membuat cuitan terbaru.

Yunarto Wijaya menilai setelah hasil survei Litbang Kompas muncul, mendadak timses Prabowo-Sandi ramai berkomentar. 

"Mendadak timsesnya percaya sama hasil survei kompas... :)))" cuit Yunarto Wijaya. 

Alasan Jokowi-Ma'ruf turun

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan, menyebutkan penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf bisa disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah perubahan pandangan atas kinerja pemerintahan.

Penurunan kepuasan masyarakat ini terjadi terhadap kinerja bidang politik-keamanan, hukum, dan sosial.

"Karena itu, meski tingkat kepuasan masyarakat berada di angka cukup tinggi, yakni 58,8 persen menyatakan puas, angka itu turun signifikan dibanding tahun lalu yang mencapai 72,2 persen," kata Bambang seperti dikutip dari harian Kompas, Rabu (20/3/2019).

Penurunan elektabilitas Jokowi-Amin juga terjadi karena perubahan dukungan di sejumlah aspek demografis enam bulan terakhir.

Dari segi usia, perpindahan pilihan terjadi pada generasi tua (53-71 tahun) dan generasi milenial matang (31-40 tahun).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved