Merpati Kolong, Hiburan Rakyat yang Masih Digemari Masyarakat
Satu per satu burung merpati jantannya diterbangkan. Sementara, betinanya tetap digenggam ditangan.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Di balik gedung-gedung menjulang tinggi di kawasan, Tebet, Jakarta Selatan, terselip tanah lapang yang di dalamnya terdapat tiang-tiang yang membentuk segiempat.
Berwarna merah dan putih, tiang itu digunakan sebagai arena "pertarungan" burung merpati.
Di tempat inilah para penghobi merpati mengadu kehebatan burung andalan mereka.
Satu per satu burung merpati jantannya diterbangkan. Sementara, betinanya tetap digenggam ditangan.
Dan, siapa yang lebih cepat menghampiri betinanya, merpati itulah pemenangnya.
Namun, sang jantan harus datang ke betina melalui bagian atas tiang.
Jika tiba lewat bagian depan, samping, atau belakang, maka tidak dianggap sebagai pemenang.
Namun, mereka yang menerbangkan merpatinya dari siang sampai sore ini hanya sekadar pemanasan.
• Bank Sampah Induk Gesit Mampu Raup Omzet Rp 80 Juta Dalam Sebulan
• Para Pedagang Pasar Gembrong Keluhkan Semakin Minimnya Pembeli
• Harga Boneka yang Dijual di Pasar Gembrong Mulai dari Rp 15 Ribu Hingga Rp 250 Ribu
Perlombaan sebenarnya baru digelar pada Minggu (24/3/2019), dari pukul 09.00 hingga menjelang matahari terbenam.
"Nanti itu hadiahnya motor," kata Ketua Pelaksana Lomba Merpati Kolong Lapak Sejati, Rifki Tirtayasa (55) kepada TribunJakarta.com, Kamis (21/3/2019).
"Lapak ini memang sering ada lomba, ini kan sudah tiga tahun. Paling dikit pesertanya itu 320, paling banyak bisa 600," tambahnya.
Ia menyebut permainan burung merpati ini sebagai hiburan rakyat yang murah-meriah.
"Semua kalangan bisa main. Tapi, kalau mau serius juga bisa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/merpati-kolong.jpg)