Pilpres 2019

Pernah Minta Jokowi Aspal Jalan Sawah, Kini Ferdinand Hutahaean Dukung Dana Desa Ditambah

Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memuji jalan desa dari dana desa yang digelontorkan Pemerintah Jokowi-JK.

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan layar Twitter @Ferdinand_Haean
Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, sedang membonceng seorang pengendara bermotor menerobos jalan persawahan di Desa Pancawati, Kabupaten Bogor. 

Ikut dibelakang Ferdinand Hutahaean sejumlah pengendara motor. 

Hasil penelusuran, Desa Pancawati berada di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Lokasinya hanya 4 kilometer dari pintu tol Ciawi, Bogor, Desa Pancawati dikenal banyak vila dan area outbound.

Hari ini, Ferdinand Hutahaean turut membuat cuitan seberapa penting dana desa yang digelontorkan pemerintah dan manfaatnya. 

Bahas Acara Apel Kades Se-Indonesia, Andi Arief: Dipaksa Beri Gelar Bapak Pembangunan Desa ke Jokowi

Foto Barunya Tuai Perhatian hingga Dikomentari Ridwan Kamil, Ariel Noah Bahas Ketampanan Warga Jabar

Hal tersebut didapat Ferdinand Hutahaean setelah berbincang dengan kepala desa yang dijumpainya.

Dana desa yang disalurkan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sangat membantu membuat dana desa.

Selama ini penyerahan pembangunan jalan desa ke Pemerintah Kabupaten bakal lama dan lambat.  

"Kemarin saya berbincang dgn Kepala Desa, ternyata mmg kesimpulan bahwa DANA DESA HARUS DINAIKKAN TERUS agar jalan2 desa bisa dibangun dgn cepat. Jika mengandalkan Pem Kabupaten, akan lambat.

TUGAS PRESIDEN MENDATANG TERUS NAIKKAN DANA DESA, peningkatan di era Jokowi sdh benar," ucap Ferdinand Hutahaean.

Cuitan ini ditanggapi beragam netizen. Ada yang menyebut Ferdinand Hutahaean jujur melihat kenyataan di lapangan. 

Ada yang menyebut Ferdinand Hutahaean tumben sedang sehat. 

Tapi ada yang meluruskan jika dana desa peruntukkannya bukan hanya untuk pembangunan jalan. 

Seperti dilontarkan Mas Rudi di akun @MasRudixxx49381.

"Dana desa bukan hanya utk jalan lae.. Penggunaan harus berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat yg disusun secara partisipatif. Ibu2 di desa2 banyak yg lbh membutuhkan sarana air bersih, atau layanan kesehatan anak misalnya.. jangan menyesatkan dong," cuit Mas Rudi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved