Heri Pernah Tinggal di Kolong Jembatan Selama 2 Tahun untuk Mengelola Sampah
Terhitung sudah lebih 12 tahun Heri bergumul dengan hal yang menurut orang lain sudah tidak memiliki nilai tersebut
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Muhammad Zulfikar
Memiliki pengalaman di bidang pemasaran, Heri terfikir untuk menciptakan peluang lebih.
Berbekal pemahaman dari pemasaran saya ciptakannya pemasaran sampah,yang belum ada pada tahun 2006
"Saya buat konsepnya, Jasa angkutan sampah dengan nama Nusantara Indah. Jadi Nusantara akan indah nih kalau tidak ada sampah," terangnya.
Dengan memanfaatkan mobil bak terbuka yang disewanya, Heri pun berhasil mendapat keuntungan lebih dari Rp 300 ribu rupiah dari jasa mengangkut dan mengolah sampah tersebut.
Kini, dalam sehari Heri mampu mengolah dua ton sampah an organik dan organik yang diolah bersama delapan orang karyawannya.
Pendapatannya pun mulai bertambah sejak mengolah sampah organik menjadi kompos, hasil dari pengolahan sampah rumah tangga tersebut ia jual kembali ke warga dengan harga yang cukup terjangkau.
Terdapat kompos padat dan kompos cair yang ia olah. Ipun menjualnya hanya berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu.
Dalam waktu sebulan Heri, saat ini heri mampu mengantongi keuntungan mencapai Rp 10 juta.