Pemkot Jakarta Timur Jamin Stok Obat dan Darah Bagi Pasien DBD Aman

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto menjamin ketersediaan pasokan obat dan darah yang diperlukan warganya yang terjangkit DBD.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erlina Fury Santika
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wakil Walikota Jakarta Timur Uus Kuswanto di Jakarta Timur, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto menjamin ketersediaan pasokan obat dan darah yang diperlukan warganya yang terjangkit Demam Berdarah Dengue ( DBD) dan harus menjalani rawat inap.

Meski tak merinci pasti jumlahnya, Uus menuturkan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) terkait penanganan pasien DBD.

"Berdasarkan keterangan informasi dari PMI dan Dinas Kesehatan sampai saat ini masih tersedia dan apa yang diantisipasi ini bisa memenuhi kebutuhan apa yang dibutuhkan," kata Uus di Jatinegara, Jakarta Timur, (26/3/2019).

Meski pasokan obat dan darah cukup, Uus mengimbau setiap warga dapat menjadi Jumantik bagi keluarganya sendiri guna mencegah bertambahnya korban.

Menurutnya yang mengetahui pasti kondisi rumah merupakan sang pemilik, sehingga warga diharapkan tak hanya mengandalkan kerja Jumantik.

Heboh Bayi Diberi Nama Gopay: Ayah Pelanggan Go-pay Hingga Diberi Santunan Selama Setahun

Ada Lubang di Tong Sampah Taman Situ Lembang, Warga: Buang Sampah, Tapi Sampahnya Jatuh Lagi

"Yang bisa melihat langsung kondisi rumah ya pemilik rumah itu sendiri. Untuk itu PSN mandiri sangat diharapkan sekali, Insya Allah itu akan membantu tugas Jumantik," ujarnya.

Saat meninjau pelaksanaan PSN di Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Uus mengaku senang karena tak mendapati adanya jentik nyamuk di enam rumah yang diperiksa.

Kecamatan Jatinegara jadi sorotan dalam penanganan DBD setelah satu warga Kelurahan Rawa Bunga meninggal di akhir Februari lalu akibat DBD.

"Di Kelurahan Bidaracina dari Januari sampai bulan Maret ini ada 13 kasus. Terakhir di bulan ini ada empat kasus. Mudah-mudahan dengan kasus yang terjadi itu yang terakhir," tuturnya.

Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pertengahan Maret, di Jakarta Timur ada 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus, Jakarta Selatan 797 kasus, Jakarta Utara 224 kasus, Jakarta Pusat 168 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus DBD.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved