Tarif Maksimal MRT Rp 14 ribu Menuai Kontra, NasDem Nilai Tarif Ditentukan Sepihak

Menurut Bestari, tarif MRT Jakarta yang mencapai batas maksimal Rp 14 ribu dari Stasiun Bundaran HI sampai ke Lebak Bulus, masih terlalu mahal.

Tarif Maksimal MRT Rp 14 ribu Menuai Kontra, NasDem Nilai Tarif Ditentukan Sepihak
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Anggota DPRD terpilih periode 2014-2019 Bestari Barus dari fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2014). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi telah sepakat dengan tarif MRT Jakarta fase I Bundaran HI-Lebak Bulus yang mencapai batas maksimal Rp 14 ribu.

Prasetyo Edi Marsudi, telah menandatangani tabel dengan rincian tarif MRT yang sama dengan tarif yang sudah diusulkan sebelumnya oleh Pemprov DKI dengan rata-rata sebesar Rp 10 ribu.

Hal ini pun menuai kontra. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, menilai bahwa keputusan ini diambil secara sepihak saja.

"Itu sesuatu yang tidak benar, dan itu tidak dapat dilakukan. Karena merubah, atau mengurangi dan menambah (nilai) itu, cuma boleh dilakukan lewat rapat yang resmi," kata Bestari saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2019).

Menurut Bestari, keputusan Prasetyo untuk menandatangani tarif tersebut tidak fair. Sebab, pada rapat pimpinan gabungan yang digelar oleh eksekutif dan legislatif beberapa hari lalu, Prasetyo telah memutuskan bahwa besaran tarif rata-rata MRT Jakarta sekitar Rp 8500 saja.

Ia pun tak setuju dengan tarif yang di usulkan oleh Pemprov DKI melalui Sekretaris Daerah (Sekda DKI) Saefullah dalam rapat tersebut dengan rata-rata Rp 10 ribu.

"Kami dari Fraksi NasDem tidak pernah memberikan persetujuan atau kewenangan kepada ketua DPRD untuk bersepakat seorang diri dengan gubernur. Artinya kalau bisa saya katakan perubahan dari Rp 8.500 menjadi lebih dari Rp 8.500, tidak sah. Keputusannya bukan di tangan ketua DPRD dan Gubernur. Harus melalui rapat resmi. Iya kalau nggak ngapain rapat resmi kemarin," kata Bestari.

Menurut Bestari, tarif MRT Jakarta yang mencapai batas maksimal Rp 14 ribu dari Stasiun Bundaran HI sampai ke Lebak Bulus, masih terlalu mahal.

Hal ini dikhawatirkan akan menjadikan pengguna MRT Jakarta hanya dari kalangan atas saja, yang kini sudah memiliki roda empat.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved