2.000 Napi Lapas Cipinang Digeledah dan Jalani Tes Urine

Sebanyak 150 personel Satgas P4GN melakukan penggeledahan di Lapas Kelas I Cipinang.

2.000 Napi Lapas Cipinang Digeledah dan Jalani Tes Urine
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Petugas saat memeriksa hasil tes urine warga binaan Lapas Kelas I Cipinang, Rabu (27/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebanyak 150 personel Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) melakukan penggeledahan di Lapas Kelas I Cipinang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Andika Prasetya mengatakan penggeledahan yang dimulai sekira pukul 19.55 WIB dilakukan di tiga blok Lapas Kelas I Cipinang.

"Hari ini jajaran kami melanjutkan program ini sebagai wujud nyata untuk memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba," kata Andika di Lapas Kelas I Cipinang, Rabu (27/3/2019).

Andika menuturkan tiga blok yang terdiri digeledah itu dihuni lebih dari 2.000 warga binaan yang juga harus menjalani tes urine untuk memastikan tak ada yang mengkonsumsi narkoba.

Ratusan personel Satgas P4GN itu dibagi dalam beberapa tim guna mempercepat proses penggeledahan yang dimulai sekira pukul 19.55 WIB.

"Kita diberi alat tes urin oleh BNNP sebanyak 200 sampai 500. Sampai saat ini masih berlangsung penggeledahan dan bisa lihat di lokasi. Ada ratusan kamar warga binaan yang digeledah," ujarnya.

Pemkot Jakarta Barat Targetkan Tahun 2020 Seluruh Siswa Bakal Tes Urine Serentak

RSKO Jelaskan Hasil Tes Urine Andi Arief yang Beredar di Media Sosial

Sebelum melaksanakan tugasnya, setiap personel P4GN digeledah petugas Lapas guna memastikan tak ada oknum petugas yang membawa barang terlarang.

Pemeriksaan terhadap personel P4GN dilakukan di porter atau sebelum mereka memasuki setiap blok tempat warga binaan Lapas Kelas I Cipinang.

"Ini komitmen menguatkan komitmen P4GN di Lapas dan Rutan DKI. Anggot 150 dan ditambah TNI-Polri dan BNNP dalam melakukan tes urine," tuturnya.

Narapidana yang kedapatan memiliki narkoba atau hasil tes urinenya positif narkoba bakal diproses secara hukum, sementara yang kedapatan memiliki handphone dikenakan sanksi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved