Dapat Banyak Tanggapan Soal Wacana Golput dan Terorisme, Wiranto: Tapi Jangan Mengecam

"Terorisme bisa menjadi ancaman nomor satu dunia saat ini. Radikalisme bisa menjadi ancaman," papar Wiranto

Dapat Banyak Tanggapan Soal Wacana Golput dan Terorisme, Wiranto: Tapi Jangan Mengecam
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, selepas mengisi seminar Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba 2019, di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (28/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, CIPUTAT- Wacana soal ajakan golput dimasukkan dalam pidana terorisme yang digulirkan Menkopolhukam, Wiranto, mendapat banyak tanggapan.

Dalam pidatonya di depan ratusan mahasiswa dalam acara seminar Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba 2019 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Wiranto menyebut terorisme sebagai ancaman nomor satu di dunia.

"Terorisme bisa menjadi ancaman nomor satu dunia saat ini. Radikalisme bisa menjadi ancaman," papar Wiranto, Kamis (28/3/2019).

Mantan Panglima TNI era Presiden Suharto itu menyebut pihak yang menanggapi negatif wacananya sedang panik.

"Yang ngomong itu jangan-jangan yang panik karena enggak bisa neror lagi," ujarnya.

Baginya, berbagai tanggapan atas wacananya bisa diterima. Namun bagi yang menolak Wiranto berharap solusi bukan kecaman atau celaan.

Sedangkan bagi yang setuju, ia juga menegaskan bahwa wacananya tak seperti membalikkan telapak tangan yang langsung bisa diterapkan, melainkan ada proses lebih lanjut.

"Itukan wacana nanti dikaji. Enggak setuju enggak apa-apa, setuju ya nanti masih ada prosesnya. Tapi jangan mengecam, mencela, Pak Wiranto enggak tahu hukum, ngawur dan sebagainya. Kasih solusi dong.

Tangkap Pengedar Narkoba di Bogor, Polisi Sita 16 Paket Ganja Dibungkus Alumunium Foil

ABG Order Fiktif di Go Food dan Grab Food Sebanyak 185 kali: Begini Modusnya

Mertua Ini Malu di Depan Polisi Saat Tahu Alat Kelamin Menantunya Tidak Terlalu Besar

Wiranto menegaskan kembali bahwa pemilu merupakan kewajiban konstitusi yang harus dijalankan.

"Pemilu adalah kewajiban kita, kewajiban bangsa, kewajiban konstitusional. Kita amankan semuanya, jangan kita meributkan soal ini," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved