Pemilu 2019

KPU: Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Bentuk Provokasi dan Menggangu Integritas

Menurutnya, KPU sendiri baru mencetak surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 mendatang pada 16 Januari sampai 24 Maret 2019.

KPU: Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Bentuk Provokasi dan Menggangu Integritas
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Terdakwa penyebar hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos Bagus Bawana Putra saat menjalani sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Kepala Biro (Karo) Hukum Setjen KPU Sigit Joyowardono menyebut, hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos sebagai bentuk provokasi dan mengganggu integritas KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Terlebih, informasi tersebut tersebar saat masa kampanye yang sudah berlangsung sejak September 2018 lalu.

"Ini seolah memprovokasi masyarakat untuk tidak memberikan kepercayaan kepada KPU," ucapnya saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

"Tentu ini bisa menggangu integritas KPU," tambahnya.

Menurutnya, KPU sendiri baru mencetak surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 mendatang pada 16 Januari sampai 24 Maret 2019.

"Proses pencetakan dan distribusi baru tanggal 16 Januari 2019 sampai 24 Matet 2019 sehingga rasanya tidak pas kalau ada berita surat suara sudah ada di luar tercoblos, padahal surat suara belum dicetak," ujarnya.

6 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Tak hanya itu, Sigit juga menyebut, pihaknya bersama dengan Bawaslu juga telah melakukan pengecekan ke Bea Cukai Tanjung Priok sesaat setelah tersebarnya informasi tersebut pada 2 Januari 2019 lalu.

"Anggota KPU dan Bawaslu langsung mengecek kebenaran berita itu ke Tanjung Priok dan tidak ada kontainer yang berisi surat suara apalagi yang tercoblos," kata Sigit.

Atas dasar itulah kemudian pihak KPU melaporkan informasi bohong atau hoaks tersebut kepada Bareskrim Mabes Polri pada 3 Januari 2019 lalu.

"Kami merasa tidak nyaman sehingga merasa perlu melaporkan kepada penegak hukum, yaitu Bareskrim," ucapnya.

Seperti diketahui, hari ini terdakwa kasus penyebar informasi hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, yaitu Bagus Bawana Putra menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Guru SMP Ditangkap karena Sebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Agenda sidang hari ini ialah mendengar keterangan saksi dari pihak KPU, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri.

Bagus Bawana Putra sendiri dituduh sengaja menyebarkan informasi hoaks tujuh kontainer surat suara telah dicoblos untuk pasangan Presiden nomor urut satu Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada 2 Januari 2019 lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved