Cinta Aris Sugianto Ditolak Guru Honorer Korban Mutilasi? Ini Ungkapannya di Facebook
Cinta tak sampai, mungkin itu yang ada di benak Aris Sugianto sehingga menghabisi nyawa guru honorer Budi Hartanto sampai memutilasinya.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Masih di hari yang sama, N melihat anak kedua dari tiga bersaudara itu membakar pakaian di depan rumah pukul 07.00 WIB.
N tak tahu pakaian siapa yang dibakar Aris, namun muncul dugaan milik Budi Hartanto.
Dua hari kemudian, kabar penemuan mayat tanpa kepala dan busana di bawah jembatan Karanggondang sampai ke telinga N.
Perasaan tak enak menghantui N apalagi setelah diperlihatkan oleh seseorang foto koper yang di dalamnya ada jasad Budi Hartanto.
"Dalam hati saya bilang, 'Itu koper milik saya.' Tapi saya belum sadar soal itu karena anak saya bilang kopernya dijual," lanjut N.
Belakangan ini, diakui N, Aris kerap berkata kasar termasuk kepadanya.
Di rumah N, Aris kerap mengumpulkan teman-teman prianya diduga satu komunitas pria kemayu dan tertawa keras seenaknya.
N tidak tahu apakah teman-teman pria Aris satu di antaranya adalah Ajis Prakoso yang ikut membunuh Budi Hartanto.

Asmara korban dan pelaku versi polisi
Polisi mengungkap fakta bahwa korban Budi Hartanto punya hubungan spesial dengan dua pelakunya, yakni Aris dan Ajis.
Dua hari setelah jasad guru seni tari itu ditemukan, polisi menyempitkan motif kasus pembunuhan ini bukan karena faktor ekonomi tapi asmara.
Pertimbangan ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang menyebut Budi Hartanto bergabung di komunitas pria yang memiliki kecenderungan seksual berbeda.
Polisi jauh hari sudah menduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi bukan satu tapi dua orang dan mereka teman atau orang dekat korban.
Kehidupan sosial Budi Hartanto diketahui berdasarkan penurutan 11 dari 14 saksi yang dimintai keterangan dan mereka adalah teman-teman korban.
"Sementara tiga saksi dari Blitar itu yang menemukan jasad korban di lokasi," ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (6/4/2019).