VIDEO Melihat Para Pengidap Gangguan Jiwa Menggunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Pengguna Layanan Sosial (PLS) di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 3 turut menyumbangkan suaranya di Pemilu 2019.

Mereka pun terlihat antre secara tertib saat tiba di TPS sambil menunggu dipanggil oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Tak ada wajah tegang yang terlihat dari para PLS disini.

Ekspresi mereka tetap datar sama seperti biasanya.

Yang membedakan di TPS ini dengan TPS lainnya yakni para petugas KPPS harus membukakan 4 lembar surat suara kepada pemilih sebelum mereka masuk ke bilik suara.

Saat pemilih masuk ke dalam bilik suara, ada petugas panti yang mengawasi di depan bilik suara agar semua prosedur dilewati sesuai aturan.

Para petugas juga membantu melipatkan kembali surat suara apabila mereka tampak kesulitan sebelum surat suara itu dimasukan ke dalam kotak suara.

Durasi para PLS mencoblos juga relatif lama dibanding masyarakat umum karena harus hati-hati.

Rata-rata dari mereka membutuhkan waktu dua menit saat mencoblos di bilik suara hinggga mencelupkan jarinya di tinta.

Naik Alphard Putih, Hotman Paris Boyong Keluarganya Mencoblos di Sunter Jaya

Datang Tanpa Ibu dan Kakaknya Mencoblos di Ciganjur, Begini Alasan Putri Ketiga Gus Dur

Budiman optimistis para PLS disini dapat menyalurkan hak suaranya secara benar lantaran telah beberapa kali mengikuti sosialisasi oleh KPU Jakarta Barat.

"Mereka ini sudah dianggap mampu mengakomodir emosional karena yang disini itu sudah masuk fase pemberdayaan atau mendekati pulih," kata Budiman.

Diketahui, sebanyak 466 PLS di PSBL Harapan Sentosa 3 yang terdaftar sebagai DPT. Mereka terdiri dari 294 pria dan 172 wanita yang mengalami gangguan kejiwaan.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved