VIDEO Pecah Rekor Ungkap Sabu, Polres Jakbar : Bukan Kaleng-kaleng Tapi Karung-karung

Ekspresi senang terlihat dari para anggota Tim 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ekspresi senang terlihat dari para anggota Tim 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Sambil memegang barang bukti sabu hasil tangkapan, mereka meneriakan yel-yel penyemangat di halaman parkir Mapolres Metro Jakarta Barat.

Yel-yel yang mereka teriakan pun cukup unik terdengar. 

Para anggota Tim 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat bersama Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz meneriakan dirinya bukanlah kaleng-kaleng.

Istilah itu kerap dilontarkan youtuber Maell Lee yang menandakan mereka bukanlah abal-abal atau sembarangan.

Sebagai gantinya, para anggota kepolisian ini menegaskan dengan karung-karung, mengacu sebanyak lima karung berisi sabu seberat 120 kilogram yang berhasil mereka ungkap di Tol Bakauheni, Lampung pada Senin (15/4/2019).

"Polres Jakarta Barat, bukan kaleng-kaleng tapi karung-karung, yes," teriak para anggota Unit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat seusai merilis kasus tersebut, Kamis (25/4/2019).

Bila melihat hasil yang didapat, memang wajar ekspresi kesenangan yang diperlihatkan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Sebab, pengungkapan 120 kilogram sabu itu merupakan rekor nasional untuk tingkatan Polres sekaligus jumlah terbesar di tahun ini.

"Ini penangkapan terbesar di tahun 2019 dan untuk level Polres ini paling besar selama ini," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.

Dari terungkapnya sindikat ini, Hengki mengklaim pihaknya menyelamatkan 240 ribu jiwa dari bahaya narkoba.

Hengki menegaskan pihaknya bersikeras untuk menghilangkan stigma Jakarta Barat sebagai wilayah pengguna narkoba.

Karenanya, pengugkapan jaringan narkoba sebelum masuk ke wilayah Jakarta Barat gencar dilakukan, seperti dalam temuan ini dimana truk yang membawa 120 kilogram sabu ini diamankan saat masih berada di Bakauheni, Lampung.

"Ini adalah salah satu strategi tim kami yaitu preemtif strike. Kita serang sebelum sampai ke Jakarta. Karena apabila sudah sampai ke Jakarta dan barang sudah dibagi, maka akan susah lagi ditangkap," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved