Pemilu 2019
Diminta KPU, Pemkot Jaktim Siagakan Tim Medis di Tempat Rekapitulasi Suara
Permintaan KPU agar Pemkot Jakarta Timur mensiagakan tim medis selama proses rekapitulasi Pemilu 2019 berbuah manis.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar Pemkot Jakarta Timur mensiagakan tim medis selama proses rekapitulasi Pemilu 2019 berbuah manis.
Kasudin Kesehatan Jakarta Timur, Indra Setiawan mengatakan kini 10 Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur menempatkan timnya guna mencegah bertambahnya korban jiwa selama rangkaian Pemilu 2019.
"Walaupun sekarang ada banjir, di Kramat Jati banjir nih, saya dapat laporan, ada fotonya masih tetap ada tim medis yang stand by di sana. Memang ini sudah diperintahkan Gubernur ke kepala dinas, kami juga sudah diingatkan Walikota," kata Indra di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/4/2019).
Indra menuturkan tim medis yang disiagakan setiap Puskesmas selama rekapitulasi suara tingkat kecamatan beranggotakan satu sopir mobil ambulans, satu perawat, dan seorang dokter.
Dalam mobil ambulans Puskesmas yang dikerahkan, tersedia berbagai obat-obatan dan peralatan medis guna menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat rangkaian Pemilu 2019.
"Tim medisnya satu perawat, satu dokter, dan satu sopir. Kita juga tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat dipanggil ya kita datang," ujarnya.
Perihal kasus anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan anggota Polri yang meninggal karena sakit dan kecelakaan akibat diduga kelelahan saat bertugas.
Indra mengakui beban kerja para pahlawan demokrasi itu amat tinggi sehingga dipastikan menimbulkan kelelahan yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.
"Kerjanya kan dari pagi sampai malam, manusia pasti punya keterbatasan. Pastinya kita harus bisa jaga kesehatan, jangan terlalu capek, waktunya istirahat ya istirahat," tuturnya.
Dia mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Pemilu 2019 tak memaksakan fisiknya bekerja tanpa henti karena membahayakan diri sendiri.
Selain beban kerja yang tinggi, Indra menyebut tingkat stres selama menjalankan tugas cenderung memicu munculnya penyakit, termasuk penyakit berbahaya.
"Ketika badan merasa enggak enak langsung periksa. Waktu makan juga jangan sampai telat. Untuk penyakit mungkin bisa karena bawaan dari orangnya, stres juga bisa," lanjut Indra.
Sebelumnya, permintaan agar Pemkot Jakarta Timur mensiagakan tim medis di setiap tempat rekapitulasi dilayangkan jajaran KPU Jakarta Timur.
Di antaranya Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ciracas, Suherti yang mengaku harus suntik vitamin agar tak tumbang saat menjalankan tugasnya.